Saat ini banyak bermunculan berbagai macam diet populer. Sebenarnya,
bagaimana memilih diet yang tepat? Apa yang harus dipertimbangkan?
Menurut dr. Phaidon Toruan, Fitness Trainer,
Penulis Fat Loss Not Weight Loss, Diet yang sehat artinya manajemen
makan atau mengatur makanan sehat yang kita makan. Akan tetapi, diet
sekarang makin banyak memberi penekanan pada metode tertentu atau bahan
pangan tertentu yang diberi nama agar terlihat fancy. Sebenarnya, yang
dibutuhkan oleh kita adalah diet yang secara nutrisi terpenuhi, yakni
karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral dan air.
Nutrisi
tersebut dapat diperoleh dari bahan baku pangan seperti sumber
karbohidrat nasi merah yang masih banyak seratnya, ubi, singkong; sumber
protein seperti ikan, unggas atau biji-bijian dan kacang-kacangan;
sumber lemak sehat seperti minyak zaitun, minyak kelapa; dan sumber
vitamin dan mineral yakni buah-buahan dan sayuran.
Jadi, ketika
kita mendengar diet yang fancy, sebaiknya perhatikan dulu isi makanan
yang ditawarkan, karena umumnya konsep sehatnya tak jauh berbeda. Yang
membuat berbeda karena kita suka mendengarnya dari cerita.
Sumber: femina.co.id
Tampilkan postingan dengan label Diet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Diet. Tampilkan semua postingan
Kamis, 15 Mei 2014
Selasa, 03 September 2013
Nutrisi :: Salad Pepaya, Segar Bernutrisi
Isi:
Pepaya muda yang diiris tipis-tipis, dikucuri jeruk nipis, dibubuhi kacang-kacangan, dan ditaburi cabai sesuai selera.
Keunggulan:
Rendah lemak, dan detri fiber (serat pangan) nya tinggi. Menurut Nuri, pepaya muda adalah salah satu sayuran sehat yang dianjurkan oleh WHO. Sebagai bahan dasar utama Som Tam (nama populer di Thailand untuk salad pepaya), ia mengadung serat pangan yang tinggi untuk melancarkan saluran pencernaan. Bila ditarik lebih jauh, pepaya muda dapat mencegar kanker kolon. Som tum akan lebih baik dikonsumsi sebagai appetizer, sebelum menyantap main course, karena sifatnya yang dapat bertahan lama di lambung, sehingga memberikan efek mengenyangkan.
Sumber: http://www.femina.co.id
Pepaya muda yang diiris tipis-tipis, dikucuri jeruk nipis, dibubuhi kacang-kacangan, dan ditaburi cabai sesuai selera.
Keunggulan:
Rendah lemak, dan detri fiber (serat pangan) nya tinggi. Menurut Nuri, pepaya muda adalah salah satu sayuran sehat yang dianjurkan oleh WHO. Sebagai bahan dasar utama Som Tam (nama populer di Thailand untuk salad pepaya), ia mengadung serat pangan yang tinggi untuk melancarkan saluran pencernaan. Bila ditarik lebih jauh, pepaya muda dapat mencegar kanker kolon. Som tum akan lebih baik dikonsumsi sebagai appetizer, sebelum menyantap main course, karena sifatnya yang dapat bertahan lama di lambung, sehingga memberikan efek mengenyangkan.
Sumber: http://www.femina.co.id
Senin, 10 Juni 2013
Nutrisi :: Teh Hijau
Kasus:
Selama ini teh hijau dalam bentuk daun kering atau bubuk digemari karena sifat antioksidannya. Dibandingkan teh hitam, teh hijau juga memiliki kadar kafein lebih rendah. Meski begitu, konsumsi berlebih juga bisa mengakibatkan dehidrasi karena sifatnya yang diuretik. Terlebih lagi, ketika green tea sudah dibuat latte atau frappuccino dan ditambah whipped cream, yang tinggi kalori, hilang sudah kebaikan-kebaikannya.
Solusi:
Untuk mendapatkan teh hijau dengan kandungan antioksidan optimal, sebaiknya teh hijau diseduh dalam air panas 60°-90°c (bukan air mendidih) paling lama 3 menit, kemudian disaring. Air yang terlalu panas akan membuat teh jadi pahit, sementara air yang dingin akan membuat larutannya tidak sempurna.
Perhatikan juga jumlahnya. Konsumsi teh hijau yang disarankan adalah maksimal 2 kali, masing-masing 150 cc, per harinya. Minum tanpa menambahkan gula, krim, atau susu. Jika perut Anda terasa mual setelah minum teh hijau, mungkin sebaiknya tidak mengonsumsinya saat perut kosong.
Sumber: http://www.femina.co.id
Selama ini teh hijau dalam bentuk daun kering atau bubuk digemari karena sifat antioksidannya. Dibandingkan teh hitam, teh hijau juga memiliki kadar kafein lebih rendah. Meski begitu, konsumsi berlebih juga bisa mengakibatkan dehidrasi karena sifatnya yang diuretik. Terlebih lagi, ketika green tea sudah dibuat latte atau frappuccino dan ditambah whipped cream, yang tinggi kalori, hilang sudah kebaikan-kebaikannya.
Solusi:
Untuk mendapatkan teh hijau dengan kandungan antioksidan optimal, sebaiknya teh hijau diseduh dalam air panas 60°-90°c (bukan air mendidih) paling lama 3 menit, kemudian disaring. Air yang terlalu panas akan membuat teh jadi pahit, sementara air yang dingin akan membuat larutannya tidak sempurna.
Perhatikan juga jumlahnya. Konsumsi teh hijau yang disarankan adalah maksimal 2 kali, masing-masing 150 cc, per harinya. Minum tanpa menambahkan gula, krim, atau susu. Jika perut Anda terasa mual setelah minum teh hijau, mungkin sebaiknya tidak mengonsumsinya saat perut kosong.
Sumber: http://www.femina.co.id
Selasa, 21 Mei 2013
Nutrisi :: Benarkah Salad Makanan Sehat?
Banyak yang berpikir salad merupakan makanan sehat yang rendak kalori. Apakah Anda juga berpikir seperti itu? Berikut faktanya!
Kandungan salad:
200 g campuran sayuran (tanpa beans/kacang): 50 Kkal
50 g kacang (merah/garbanzo): 45 Kkal
50 g kentang rebus: 45 Kkal
1 butir telur: 80 Kkal
50 g jagung: 45 Kkal
50 g makaroni: 75 Kkal
25 g croutons (potongan roti kering): 130 Kkal
1 sendok makan thousand island dressing: 60 Kkal
Melihat kandungan salad di atas, bisa dibayangkan apabila kita memilih bahan-bahan di atas, plus croutons dan 4 sendok makan salad dressing. 1 porsi salad memberikan asupan energi sebesar 710 Kkal. Tidak serendah yang Anda bayangkan.
Banyak orang terjebak dengan kesan sehat dari sayuran dalam salad, dan memang tidak terlalu salah. Sayuran segar sangat sehat, tetapi campuran yang lainnya mengacaukan rencana makan sehat.
Salad dapat dimakan kapan saja, tetapi salad dengan jumlah energi yang tinggi hanya dianjurkan untuk dikonsumsi sekali-sekali saja, sebagai pengganti 1 makanan lengkap (makan siang atau malam).
Kalau Anda ingin sehat dengan menambahkan asupan sayuran sebagai appetizer, lakukanlah dengan benar, yaitu hanya mengonsumsi sayuran segar dengan sedikit taburan biji sesami atau pine nuts (1 sdm) dengan 1 sendok makan olive oil vinaigratte sebagai saus. (f)
Sumber: http://www.femina.co.id
Kandungan salad:
200 g campuran sayuran (tanpa beans/kacang): 50 Kkal
50 g kacang (merah/garbanzo): 45 Kkal
50 g kentang rebus: 45 Kkal
1 butir telur: 80 Kkal
50 g jagung: 45 Kkal
50 g makaroni: 75 Kkal
25 g croutons (potongan roti kering): 130 Kkal
1 sendok makan thousand island dressing: 60 Kkal
Melihat kandungan salad di atas, bisa dibayangkan apabila kita memilih bahan-bahan di atas, plus croutons dan 4 sendok makan salad dressing. 1 porsi salad memberikan asupan energi sebesar 710 Kkal. Tidak serendah yang Anda bayangkan.
Banyak orang terjebak dengan kesan sehat dari sayuran dalam salad, dan memang tidak terlalu salah. Sayuran segar sangat sehat, tetapi campuran yang lainnya mengacaukan rencana makan sehat.
Salad dapat dimakan kapan saja, tetapi salad dengan jumlah energi yang tinggi hanya dianjurkan untuk dikonsumsi sekali-sekali saja, sebagai pengganti 1 makanan lengkap (makan siang atau malam).
Kalau Anda ingin sehat dengan menambahkan asupan sayuran sebagai appetizer, lakukanlah dengan benar, yaitu hanya mengonsumsi sayuran segar dengan sedikit taburan biji sesami atau pine nuts (1 sdm) dengan 1 sendok makan olive oil vinaigratte sebagai saus. (f)
Sumber: http://www.femina.co.id
Senin, 20 Mei 2013
Makan 6 Kali Sehari, Bobot Gadis Ini Turun 26 Kg
(Before)
Meskipun memiliki bobot 102,2 kg dan tidak bisa menggunakan baju dengan ukuran XXL, Eta (23) beranggapan 'big is beauty'. Ia masih cuek dan belum merasa perlu untuk menurunkan bobotnya. Hingga suatu hari Eta melihat foto dirinya di pernikahan kakaknya dan mulai merasa malu dengan ukuran tubuhnya.
Setelah itu, salah satu teman Eta yang juga mengalami kelebihan berat badan mengajaknya untuk fitness. Tanpa pikir panjang, Eta langsung menerima ajakan temannya tersebut.
(After)
Hari pertama datang ke tempat fitness, Eta langsung menimbang berat badan untuk mengetahui penurunan bobotnya nanti. Saat itu angka timbangan menunjukkan angka 102,2 kg. Dengan tinggi badan 165 cm, bobot Eta hampir 2 kali bobot idealnya. Niat Eta pun semakin besar untuk bisa menurunkan berat badannya.
Sebulan pertama fitness Eta berhasil menurunkan bobotnya sebesar 5 kg. Ia pun melanjutkan sesi fitnessnya dan dalam 4 bulan berikutnya bobot Eta turun lagi sebesar 14 kg. Namun, setelah itu bobotnya berhenti turun. Ia sempat merasa bimbang dan putus asa.
Tak mau berlama-lama berdiam diri, Eta kemudian mencari informasi tentang pengaturan pola makan untuk menurunkan berat badan. Akhirnya ia menemukan artikel di internet yang menyarankan untuk makan 6 kali sehari. Awalnya ia sempat bingung, bagaimana mungkin makan sesering itu bisa membuat tubuh langsing?
Walaupun begitu, Eta mulai mencoba mengikuti anjuran dari panduan tersebut, yaitu makan berat 3 kali dan cemilan 3 kali per hari. Semua menu yang dimakannya setiap hari diubah. Eta menghindari konsumsi santan, minyak goreng, dan makanan berkalori tinggi seperti gula dan nasi putih.
Untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat, Eta selalu makan nasi merah dengan lauk pauk yang tidak digoreng dan sayuran rebus atau tumis. Untuk cemilan, Eta selalu menyediakan buah seperti apel dan pepaya.
Alhasil dengan olahraga teratur 5-6 kali seminggu, mengatur pola makan sehat, plus mengontrol kandungan lemak dan kalori yang masuk ke tubuh, total bobot Eta turun sebanyak 26 kg dalam 8 bulan. Penurunan ini dimulai sejak awal fitness sampai saat ini, dari yang semula 102,2 kg menjadi 76 kg.
Ukuran baju XXL yang sebelumnya tidak cukup, kini justru Eta bisa memakai baju dengan ukuran M atau L. Ukuran celananya pun turun dari 38 menjadi 32.
Menurut Eta, berdasarkan pengalamannya diet disertai olahraga cardio dan angkat beban adalah solusi tepat untuk menurunkan berat badan. Bukan hanya bobot saja yang turun, tapi otot pun akan terbentuk dengan indah.
Meskipun bobotnya sudah turun 26 kg, Eta masih akan tetap melanjutkan kebiasaan sehat ini untuk mencapai target berat badan idealnya, yaitu 60 kg.
Sumber: http://health.detik.com
Meskipun memiliki bobot 102,2 kg dan tidak bisa menggunakan baju dengan ukuran XXL, Eta (23) beranggapan 'big is beauty'. Ia masih cuek dan belum merasa perlu untuk menurunkan bobotnya. Hingga suatu hari Eta melihat foto dirinya di pernikahan kakaknya dan mulai merasa malu dengan ukuran tubuhnya.
Setelah itu, salah satu teman Eta yang juga mengalami kelebihan berat badan mengajaknya untuk fitness. Tanpa pikir panjang, Eta langsung menerima ajakan temannya tersebut.
(After)
Hari pertama datang ke tempat fitness, Eta langsung menimbang berat badan untuk mengetahui penurunan bobotnya nanti. Saat itu angka timbangan menunjukkan angka 102,2 kg. Dengan tinggi badan 165 cm, bobot Eta hampir 2 kali bobot idealnya. Niat Eta pun semakin besar untuk bisa menurunkan berat badannya.
Sebulan pertama fitness Eta berhasil menurunkan bobotnya sebesar 5 kg. Ia pun melanjutkan sesi fitnessnya dan dalam 4 bulan berikutnya bobot Eta turun lagi sebesar 14 kg. Namun, setelah itu bobotnya berhenti turun. Ia sempat merasa bimbang dan putus asa.
Tak mau berlama-lama berdiam diri, Eta kemudian mencari informasi tentang pengaturan pola makan untuk menurunkan berat badan. Akhirnya ia menemukan artikel di internet yang menyarankan untuk makan 6 kali sehari. Awalnya ia sempat bingung, bagaimana mungkin makan sesering itu bisa membuat tubuh langsing?
Walaupun begitu, Eta mulai mencoba mengikuti anjuran dari panduan tersebut, yaitu makan berat 3 kali dan cemilan 3 kali per hari. Semua menu yang dimakannya setiap hari diubah. Eta menghindari konsumsi santan, minyak goreng, dan makanan berkalori tinggi seperti gula dan nasi putih.
Untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat, Eta selalu makan nasi merah dengan lauk pauk yang tidak digoreng dan sayuran rebus atau tumis. Untuk cemilan, Eta selalu menyediakan buah seperti apel dan pepaya.
Alhasil dengan olahraga teratur 5-6 kali seminggu, mengatur pola makan sehat, plus mengontrol kandungan lemak dan kalori yang masuk ke tubuh, total bobot Eta turun sebanyak 26 kg dalam 8 bulan. Penurunan ini dimulai sejak awal fitness sampai saat ini, dari yang semula 102,2 kg menjadi 76 kg.
Ukuran baju XXL yang sebelumnya tidak cukup, kini justru Eta bisa memakai baju dengan ukuran M atau L. Ukuran celananya pun turun dari 38 menjadi 32.
Menurut Eta, berdasarkan pengalamannya diet disertai olahraga cardio dan angkat beban adalah solusi tepat untuk menurunkan berat badan. Bukan hanya bobot saja yang turun, tapi otot pun akan terbentuk dengan indah.
Meskipun bobotnya sudah turun 26 kg, Eta masih akan tetap melanjutkan kebiasaan sehat ini untuk mencapai target berat badan idealnya, yaitu 60 kg.
Sumber: http://health.detik.com
Langganan:
Postingan (Atom)





