Tampilkan postingan dengan label Ibu & Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ibu & Anak. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Mei 2014

Bahaya Melahirkan Dengan Cara Waterbirth (di Dalam Air)

Waterbirth atau melahirkan di dalam kolam kecil berisi air hangat menjadi pilihan yang makin disukai para ibu hamil. Melahirkan dengan sistem waterbirth dipercaya dapat mengurangi rasa sakit saat kontraksi dan mempercepat proses persalinan. Namun Anda juga harus memahami risikonya.

Dilansir oleh Newsmaxhealth.com, proses melahirkan waterbirth juga disukai di Amerika Serikat sejak beberapa dekade yang lalu. Semakin banyak juga rumah sakit menawarkan fasilitas ini. Namun menurut Dr Jeffrey Ecker dari Harvard University mengatakan bahwa dia selalu menekankan pada pasien bahwa belum ada bukti akurat bahwa melahirkan dengan cara waterbirth bisa memberi manfaat dibandingkan melahirkan normal.

Menurut sang dokter, setiap wanita yang ingin melakukan waterbirth harus berkonsultasi dulu pada dokter dan memastikan bahwa klinik bersalin memiliki penanganan yang bagus. Beberapa risiko yang harus diketahui wanita bila memilih proses waterbirth adalah infeksi, kesulitan mengatur suhu bayi dan gangguan pernapasan pada bayi.

Pemeriksaan pada ibu yang akan melahirkan dengan cara waterbirth harus lebih banyak, termasuk mensimulasi lingkungan rahim, suhu air yang digunakan, pengawasan tim medis selama proses waterbirth dan tentunya kebersihan tempat untuk melakukan proses waterbirth.

Apapun pilihan Anda, pastikan selalu didampingi oleh dokter dan pastikan Anda memahami bahwa yang terpenting adalah keselamatan Anda dan janin.

Sumber: vemale.com

Rabu, 29 Januari 2014

Inilah 5 Hal Yang Harus Anda Ajarkan Pada Putri Anda Ketika Memilih Makanan

Foto : copyright ateasewitheating.com
Memang bagi setiap perempuan yang sangat penting adalah penampilan. Banyak perempuan sangat berhati-hati dalam memilih makanan. Tetapi sebagai seorang ibu, Anda harus bisa mengajarkan hal-hal yang mendasar bagaimana etika memilih makanan sebagai perempuan.

Berikut dilansir dari situs mindbodygreen.comsetiap ibu yang memiliki anak perempuan harus mampu mengajarkan 5 hal ini pada anaknya:

1. Bukan apa yang dilihat tetapi apa yang dirasakan

Ajari anak Anda untuk menciptakan kenyamanan bagi dirinya sendiri dengan memilih segala sesuatu sesuai kebutuhannya. Misalnya Anda dapat menemani putri Anda ketika memilih makanan. Selalu tanyakan padanya, mana yang paling baik untuk kesehatan tubuhnya. Ajari putri Anda untuk menghargai keputusan yang diambilnya.

2. Tidak ada makanan yang buruk

Ketika seorang ibu membatasi pilihan anaknya, seorang anak akan menilai apa yang baru saja dia pilih itu salah. Ketika putri memilih makanan yang tidak sehat, jelaskan padanya apa pengaruhnya pada kesehatan putri Anda. Kemudian tetap percayakan pilihannya pada putri Anda.

3. Berat badannya selalu sempurna

Jika Anda mengatakan sesuatu yang buruk tentang anak Anda, ini akan membuat anak Anda pemalu dan tidak produktif. Terutama tentang berat badannya. Jika putri Anda memiliki resiko kesehatan karena berat badannya, bantu putri Anda setiap kali memilih makanan dan aktivitas yang dilakukan. Jangan lupa tekankan yang terbaik adalah putri Anda harus menjadi dirinya sendiri.

4. Mengapa makan, bukan apa yang dimakan

Ketika putri Anda suka makan dalam porsi yang besar, sebaiknya Anda mengajarkan padanya bagaimana aturan makan yang baik untuknya. Jika putri Anda makan berlebihan saat dia merasa emosional, arahkan emosinya pada selain makanan.

5. Jadilah contoh

Jika Anda ingin putri Anda mempunyai kebiasaan makan yang baik dan benar, Anda sebaiknya melakukannya dari diri Anda sendiri terlebih dahulu. Pastikan setiap menemaninya makan, Anda memilih makanan yang juga sehat untuk dikonsumsi putri Anda.

Semoga berhasil ya Bunda.

Sumber:  vemale.com

Sabtu, 28 September 2013

Bayi yang Lahir Prematur Saat Dewasa Bisa Lebih Nakal

Bayi yang lahir secara prematur biasanya lebih banyak mengalami gangguan kesehatan karena lahir di saat organ-organ tubuhnya belum berkembang secara sempurna. Secara psikologis, jiwanya juga lebih labil dan cenderung menjadi lebih nakal saat dewasa.

Semua bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu dikategorikan sebagai bayi prematur. Perkembangannya di dalam rahim yang belum sempurna membuat bayi prematur lebih rentan mengalami berbagai masalah kesehatan dan kejiwaan.

"Bayi prematur akan punya psikologis yang labil, sering curigaan saat dewasa. Juga jadi nakal," jelas Dr dr Rinawati Rohsiswatmo, Sp.A(K), Spesialis Anak dan Konsultan Perinatologi RSPI-Pondok Indah.

Hal ini disampaikannya dalam acara Press Gathering 'Antenatal Care untuk Antisipasi Risiko Kehamilan', di Ritz Carlton Hotel Pacific Place, Jl Jend Sudirman, Jakarta, Kamis (26/9/2013).

Menurut dr Rina, hal ini terjadi karena belum matangnya psikologis bayi prematur yang lahir terlalu dini. Belum lagi masalah kesehatan yang menghantuinya karena ketidakmatangan organ-organ tubuh.

"Bayangkan saja, bayi 26 minggu yang seharusnya masih ada di dalam rahim sudah harus berada di inkubator atau NICU (Neonatal Intensive Care Unit), diinfus, disuntik-suntik, tanpa didampingi. Akhirnya saat dewasa dia akan jadi orang yang curigaan," jelas dokter yang juga Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Perinatologi IDAI.

dr Rina mengatakan kejiwaan bayi prematur yang belum matang juga menyebabkan si bayi menjadi cenderung lebih nakal saat dewasa. Ini karena dia menganggap semua orang adalah orang jahat.

"Karena itu, dia lebih suka mengusili orang lebih dulu, suka cubit-cubit, ya karena dia menganggap dulu semua orang jahat padanya, semua suntik-suntik dia," lanjut dr Rina.

Oleh karena itu, dr Rina berharap ke depannya Indonesia bisa memiliki fasilitas NICU yang lebih ramah keluarga, yang bisa menyediakan tempat tidur khusus untuk keluarga inti (ibu dan ayah) di samping tabung inkubator si bayi. Dengan demikian, diharapkan psikologis si bayi prematur dapat berkembang dengan lebih baik jika di sampingnya ada keluarga yang dengan setia menemani.

Sumber: http://health.detik.com

Selasa, 03 September 2013

Hii, Ini Dia Pengasuh-pengasuh Bayi Terkejam dalam Sejarah

Bagi orang tua, keselamatan dan kebahagiaan si buah hati adalah segalanya. Namun anehnya, mereka seringkali terlalu sibuk bekerja sehingga menyerahkan urusan anak-anak ke pengasuh. Padahal tak semua babysitter baik, bahkan ada juga yang berdarah dingin.

Butuh kepercayaan yang besar sebelum meninggalkan anak di bawah penjagaan orang lain yang bukan keluarga. Pasalnya, ada beberapa kasus kekerasan pada anak yang dilakukan oleh perawatnya sendiri. Kejadian tersebut menekankan kepada orang tua untuk tidak sembarangan menyerahkan pengasuhan bayi ke pihak ketiga.

Seperti dilansir List Verse, Jumat (30/8/2013), para pengasuh kejam tersebut antara lain:

1. Yoselyn Ortega

Yoselyn Ortega (50) dipekerjakan oleh keluarga Krim untuk merawat ketiga anaknya. Suatu ketika sang ibu, Marina Krim, pulang usai menjemput si bungsu les renang. Dia terperanjat melihat 2 anaknya, yaitu Lucia (6) dan Leo (1) berada di dalam bak penuh darah. Keduanya ditikam sampai mati oleh Ortega.

Begitu Marina memasuki kamar Ortega, dia mulai menusuk dirinya sendiri dengan pisau dapur. Marina membuang pisau tersebut sebelum mengenai lehernya. Ortega dibawa ke rumah sakit dan berhasil diselamatkan. Diduga motif pembunuhan adalah stres dan marah karena ditolak permintaannya naik gaji.

2. David McGreavy

Dijuluki dengan sebutan 'The Giant from Worcester', David McGreavy adalah pria muda yang tinggal bersama sebuah keluarga di Worcester, Inggris pada tahun 1973. Suatu hari, dia diminta menjaga 3 anak keluarga tersebut. Gilanya, dia malah membunuh ketiganya dan menancapkan mayatnya di pagar rumah.

Ia ditangkap di hari yang sama dan dipenjara seumur hidup. Di tahun 2009, dia mengubah namanya lantaran selalu diserang oleh narapidana lain yang mengenalinya, namun namanya dikembalikan lagi tahun ini. Sudah 8 kali dia mengajukan pembebasan bersyarat namun selalu gagal.

3. Agnes Wong

Pada tahun 2007, Agnes Wong dipekerjakan untuk merawat bayi di Manchester, Inggris berumur 16 bulan bernama Hugo Wang. Di tanggal 25 Januari, Hugo dibawa ke rumah sakit karena luka serius di kepala dan pergelangan kaki. Ada luka gigitan, memar, luka bakar, dan bekas pukulan.

Wong mengaku dia hanya mendisiplinkan Hugo ketika sedang nakal. Adapun luka bakar diperolehnya karena bermain-main dengan pengering rambut. Hugo meninggal pada 26 Januari 2007 dan Wong didakwa dengan pembunuhan beberapa hari kemudian. Dia dijatuhi hukuman 5 tahun penjara, namun baru berjalan 2 tahun dia dipulangkan ke Malaysia.

4. Karl McCluney

Karl McCluney (15) diminta menjaga anak berumur 2 tahun bernama Demi Leigh Mahon selama 1,5 jam sementara ibunya mengerjakan beberapa tugas. Setelah main ke taman, Karl kembali ke rumah Demi, lalu memukul, menggigit, dan mencukur kepalanya. Ketika ibunya pulang, Karl sedang menonton TV sedangkan Demi sudah hampir mati.

Demi dilarikan ke rumah sakit dengan 69 luka, kerusakan otak, dan perlu dipasangi peralatan penunjang kehidupan. Hasil pemeriksaan psikiatris menemukan bahwa Karl memiliki IQ rendah dan berasal dari keluarga broken home. Motifnya melukai adalah karena Demi mengganggunya. Dia dihukum penjara 15 tahun.

5. Frederick Mitchell

Pada bulan Maret 2013, Frederick Mitchell (21) dari Cincinnati, AS diminta menjaga anak berumur 4 bulan, Elliot Magrditchian, yang merupakan putra teman serumahnya sendiri. Selama menjaga bayi, Mitchell melempar-lempar Elliot ke dinding tanpa alasan yang jelas.

Elliot dibawa ke rumah sakit lalu meninggal beberapa hari kemudian. Mitchell didakwa melakukan tindak kekerasan. Tapi setelah pihak forensik menemukan kematian Elliot karena pembunuhan, dakwaannya ditambah dengan pembunuhan dan Mitchell dijerat hukuman penjara seumur hidup. Kini dia tengah menunggu persidangan.

6. Gabriela Gonzales

Sebuah keluarga di Maryland, AS mencari babysitter pada bulan Oktober 2011 lalu. Gabriela Gonzales melamar dan diterima mengasuh bayi bernama Kiery Nicole. Sayangnya, Kiery menderita ruam dan Gonzales tak bisa membuatnya berhenti menangis. Frustrasi, dia mengguncang-guncang bayi 2 tahun itu, lalu memukul kepalanya di toilet.

Kiery meninggal 3 hari kemudian. Hasil autopsi menemukan adanya perdarahan pada otak dan sumsum tulang belakang, juga keretakan tengkorak. Gonzales mengatakan Kiery terluka karena jatuh dari tempat tidur. Selama persidangan, dia tak menunjukkan penyesalan sehingga dijatuhi hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Sumber: http://health.detik.com

Senin, 20 Mei 2013

Sebaiknya Ibu Berdialog Dengan Janin Selama Dalam Kandungan

Ketika saya mengandung  merasa sangat kesepian di samping baru datang ke negri orang dan tak punya siapa- saiap lagi kecuali suami, suamipun harus bekerja seharian tidak di rumah.

Kebetulan pada satu itu aku lagi hampir anak pertama dan satu-satunya yang bisa ku lakukan adalah mengajak janinku yang berada di dalam kandungan untuk ku ajak berbicara. kadang aku percaya tak percaya kalau janin dlam kandunganku bisa mengerti dan mengikuti apa yang ku inginkan, menurt kerabat yang kebetulan suka membaca dan berpengalaman hamil dan mempunyai anak katanya ajaklah janinmu ngobrol apa saja yang bisa menginspirasi kebaikan kepadanya dan ibunya.

Berbekal pengalamn saudaraku itu akupun melakukannya dengan mengungkapakan segala resah gelisah dan keiginanku termasuk memintaku jangan jadi anak yang asgresif dan nakal karena di sini kita tak punya siapa-siapa selain mami dan papimu dan juga jangan membuat banyak keluhan dengan banyak bergerak di dalam perut  tak lupa kalau melahirkan jangan lama-lama di perjalanan juga jangan jadi besar ya nak.. kalau mau besar nanti saja stelah lahir begitu pintaku karena di sini ibu hamil di anjurkan tidak menjadi besar loh semakin bayi kecil semakin memudahkan ibunya untuk melahirkan beda dengan teori ginekolog di tanah air,  nah… kalau yang itu nanti di artikel lain kita bahas. dan banyak lagi permintaanku yang  termasuk dari segi penampilan hihi…emang genit emaknya

Selama hamil dan melahirkan anak pertama hampir semua yang aku minta rupanya terkabulkan oleh si janin. ketika di dalam perut janinku sangat pendiam dan ketika lahiran juga timbangannya hanya 3 kg selebihnya hampir terkabul temasuk permintaanku kalau kulitnya jangan hitam dan harus kuning seperti kulit orang sunda juga matanya, semua menyenagkanku. ih… dasar emak ganjen penampilan juga sudah di atur untung anaknya nurut sekali.

Begitu juga ketika anak yang ke dua yang lebih menghawatirkan karena punya dua anak maka aku sangat takut kalau harus lahiran malam-malam, nah anaku yang pertama di kemanian ya. saking khawatirny aku meminta setengah memohon sama janin selain sama alloh yang aku minta adalah, de, kalau lahiran di waktu Aa Ghaisan libur ya dan jangan di musim sekolah karena tidak ada yang menjagain Aa juga lahirannya di siang hari ya de begitu kira-kira permintaanku yang keraf ku lontarkan ketika aku lagi berduaan dengan janinku dan mengelus-ngelus perutku.

Pengharapan yang cukup srius memang, mengingat kalau samapai melahirkan di malam hari dan anaku harus di kemanin, bisa saja di titip teman tapi tak mudah di sini kalau anak masih kecil di titip malam-malam.

Sampai permintaan kepada janinku yang cukup penting untuk seorang anak perempuan kalau di ajak pindah ke tanah air yakni kulitmu harus bening seperti kebanyakan orang sunda. nah yang satu ini kelupaan tak ku ungkapkan tidak seperti permintaanku kepada anak laki-lakiku yang dulu. saking seriusnya mikirin gimana lahiran  nanti kalau prosesnya lama dan di malam hari.

Begitu lahiran semua yang ku inginkan terwujud, yakni lahiran di siang hari. kontraksi jam sembilan pagi  dan keluar jam satu siang dengan berat badan yang juga cukup kecil yakni 3 kg saja dan lahirnya persis di hari pertama menjelang  liburan natal taggal 23 desember. ajaib bukan?.

Ada yang terlupa doaku yang untuk kulitnya yang kuning langsat tak ku ungkapkan karena sibuk minta lahiran di hari libur dan jam saing saja yang menjadi beban pikiranku berhubung kini aku ada anak kecil yang ku khawatirkan selain bayiku. alhasil anaku yang ke dua kulitnya  hitam seperti papa nya hihi… tapi sangat manis. lah kalau di sini ya cukup istimewa tapi kalu di bawa ke tanah air maka para pria masih menganggap gadis putih bersih berhak mendapatkan kasta yang lebih tinggi di banding yang hitam padahal di sini yang hitam di anggap sangat seksi tapi kan aku ingin sekali membawa anaku kembali ke tanah air.  ah..biarlah yang penting anaku sudah mengabulkan apa yang menjadi kekahawatiranku juga sehat lahir batin.

Dari kedua pengalaman di atas tak lama berselang. suami membaca artikel di sebuah berita harian Internasional yang mengabarkan di Australia ada seorang ibu yang melahirkan dua anak kembar dan yang satunya meninggal, ketika bayi kembar yang meninggal tadi mau di kremasi atau di kebumikan si ibu yang melahirkannya di persilahkan oleh pihak rumah sakit untuk berdialog berduaan dengan bayinya yang meninggal tadi.

si ibu megenggam jemari kecil mungil bayinya yang meninggal itu dan mengajaknya berbicara.

sambil berilinag air mata menahan sedih yang tak terperi ia katakan, anaku kamu adalah anak yang terlahir kembar di hari…dan jam… kami orang tuamu harus merelakan kepergianmu dengan sangat berat hati. tapi tauakah kamu nak, kami dan juga sodara kembarmu sangat mencintaimu. dan banyak lagi yang ibu bayi meninggal tadi  selama berduaan dengan bayinya yang meninggal itu.

Keajaiban yang tak bisa di percaya memang,  bayi yang meninggal itu di nyatakan hidup kembali karena dialog ibunya yang panjang lebar di mana si ibunya mengungkapkan harapan yang besar kalau bayinya yang meninggal itu hidup bersama sodara kembarannya. kejadian yang cukup menghebohkan beritanya.

Aku mengajak janinku berdialog sebelum berita tersebut ada. semua yang ku obrolkan dengan bayiku di kabulakan olehnya dan anak yang meninggal di australi itu usianya sekarag sudah 7 tahun.

Berkaca dari pengalaman yang ku jalani dan berita bayi yang hidup kembali karena ungkapan perngharapan ibunya yang panjang lebar dan akhirnya si bayi sampai hidup kembali menambah keyakinan bahwa mengajak bayi berdialog dan menganjurkan kebaikan untuk keduanya adalah cara yang baik untuk di lakukan.

Selamat mencoba

Salam.

Sumber:  http://kesehatan.kompasiana.com




Anak Bersikap Agresif? Ini Dia Faktor Pemicunya

Maraknya kasus geng motor tentu membawa perhatian khusus bagi masyarakat. Selain kebut-kebutan di jalan geng ini juga kerap menyakiti orang yang melintas di jalan.

Agresivitas yang tampil pada remaja ini ternyata bisa juga tercipta akibat faktor bawaan. Hal ini diungkapkan oleh psikolog Roslina Verauli, M.Psi pada detikHealth dan ditulis pada Jumat (17/5/2013).

"Agresifitas bisa jadi bawaan atau gen dari orang tuanya namun apakah hal ini akan tampil butuh faktor pencetus. Nah, faktor pencetusnya ini yang harus dicari tahu," ujarnya.

Menurut Vera ketika anak memiliki kecenderungan melakukan aksi destruktif jangan-jangan anaknya sudah punya conduct disorder atau gangguan conduct seperti menyakiti orang atau melanggar aturan. Ia pun mengatakan ada beberapa faktor yang dapat memicu timbulnya agresivitas ini.

"Beberapa faktornya adalah orang tua, karakter anaknya apakah tempramennya memang sulit diatur, kecerdasan yang kurang berkembang karena pendidikannya rendah. Kemudian lihat juga lingkungannya berisiko atau tidak, dan juga pemerintah ini termasuk dalam faktor pemicunya," kata Vera menjelaskan.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan Vera di lapas anak Tangerang, ia mendapatkan perbedaan kecenderungan antara kriminalitas anak Indonesia dibandingkan dengan negara lain. "Kalau dilihat di sini anak di negara Barat khususnya menjadi seperti itu karena mereka pernah menjadi korban, sedangkan kalau di Indonesia itu karena adanya lack of emphaty atau kurangnya empati terhadap orang lain," tuturnya.

Kurangnya empati diduga terjadi lagi-lagi karena pendidikan yang kurang serta pemahaman moral yang tidak tertanam dengan baik. Selain itu faktor orang tua yang cuek turut menjadi penyebab kurangnya empati.

"Anak-anak yang seperti itu kebanyakan orang tuanya buruh, pergi pagi pulang pagi sehingga keadaannya tidak kondusif," tutur Vera.

Jika anak memiliki sikap agresif, menurut Vera sebaiknya orang tua memberikan penyaluran dalam bentuk olahraga seperti tinju. Tetapi akan lebih baik jika ekspresi tersebut lebih dikelola dengan menanamkan serta mengembangkan rasa empati pada anak.

"Dengan mengembangkan empati maka anak akan lebih peka terhadap orang lain. Empati adalah dasar dari segala kebaikan," tutup Vera.

Sumber:  http://health.detik.com