Sabtu, 28 September 2013

Bayi yang Lahir Prematur Saat Dewasa Bisa Lebih Nakal

Bayi yang lahir secara prematur biasanya lebih banyak mengalami gangguan kesehatan karena lahir di saat organ-organ tubuhnya belum berkembang secara sempurna. Secara psikologis, jiwanya juga lebih labil dan cenderung menjadi lebih nakal saat dewasa.

Semua bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu dikategorikan sebagai bayi prematur. Perkembangannya di dalam rahim yang belum sempurna membuat bayi prematur lebih rentan mengalami berbagai masalah kesehatan dan kejiwaan.

"Bayi prematur akan punya psikologis yang labil, sering curigaan saat dewasa. Juga jadi nakal," jelas Dr dr Rinawati Rohsiswatmo, Sp.A(K), Spesialis Anak dan Konsultan Perinatologi RSPI-Pondok Indah.

Hal ini disampaikannya dalam acara Press Gathering 'Antenatal Care untuk Antisipasi Risiko Kehamilan', di Ritz Carlton Hotel Pacific Place, Jl Jend Sudirman, Jakarta, Kamis (26/9/2013).

Menurut dr Rina, hal ini terjadi karena belum matangnya psikologis bayi prematur yang lahir terlalu dini. Belum lagi masalah kesehatan yang menghantuinya karena ketidakmatangan organ-organ tubuh.

"Bayangkan saja, bayi 26 minggu yang seharusnya masih ada di dalam rahim sudah harus berada di inkubator atau NICU (Neonatal Intensive Care Unit), diinfus, disuntik-suntik, tanpa didampingi. Akhirnya saat dewasa dia akan jadi orang yang curigaan," jelas dokter yang juga Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Perinatologi IDAI.

dr Rina mengatakan kejiwaan bayi prematur yang belum matang juga menyebabkan si bayi menjadi cenderung lebih nakal saat dewasa. Ini karena dia menganggap semua orang adalah orang jahat.

"Karena itu, dia lebih suka mengusili orang lebih dulu, suka cubit-cubit, ya karena dia menganggap dulu semua orang jahat padanya, semua suntik-suntik dia," lanjut dr Rina.

Oleh karena itu, dr Rina berharap ke depannya Indonesia bisa memiliki fasilitas NICU yang lebih ramah keluarga, yang bisa menyediakan tempat tidur khusus untuk keluarga inti (ibu dan ayah) di samping tabung inkubator si bayi. Dengan demikian, diharapkan psikologis si bayi prematur dapat berkembang dengan lebih baik jika di sampingnya ada keluarga yang dengan setia menemani.

Sumber: http://health.detik.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar