Bayi yang lahir secara prematur biasanya lebih banyak mengalami gangguan
kesehatan karena lahir di saat organ-organ tubuhnya belum berkembang
secara sempurna. Secara psikologis, jiwanya juga lebih labil dan
cenderung menjadi lebih nakal saat dewasa.
Semua bayi yang lahir
sebelum usia kehamilan 37 minggu dikategorikan sebagai bayi prematur.
Perkembangannya di dalam rahim yang belum sempurna membuat bayi prematur
lebih rentan mengalami berbagai masalah kesehatan dan kejiwaan.
"Bayi
prematur akan punya psikologis yang labil, sering curigaan saat dewasa.
Juga jadi nakal," jelas Dr dr Rinawati Rohsiswatmo, Sp.A(K), Spesialis
Anak dan Konsultan Perinatologi RSPI-Pondok Indah.
Hal ini
disampaikannya dalam acara Press Gathering 'Antenatal Care untuk
Antisipasi Risiko Kehamilan', di Ritz Carlton Hotel Pacific Place, Jl
Jend Sudirman, Jakarta, Kamis (26/9/2013).
Menurut dr Rina, hal
ini terjadi karena belum matangnya psikologis bayi prematur yang lahir
terlalu dini. Belum lagi masalah kesehatan yang menghantuinya karena
ketidakmatangan organ-organ tubuh.
"Bayangkan saja, bayi 26
minggu yang seharusnya masih ada di dalam rahim sudah harus berada di
inkubator atau NICU (Neonatal Intensive Care Unit), diinfus,
disuntik-suntik, tanpa didampingi. Akhirnya saat dewasa dia akan jadi
orang yang curigaan," jelas dokter yang juga Ketua Unit Kerja Koordinasi
(UKK) Perinatologi IDAI.
dr Rina mengatakan kejiwaan bayi
prematur yang belum matang juga menyebabkan si bayi menjadi cenderung
lebih nakal saat dewasa. Ini karena dia menganggap semua orang adalah
orang jahat.
"Karena itu, dia lebih suka mengusili orang lebih
dulu, suka cubit-cubit, ya karena dia menganggap dulu semua orang jahat
padanya, semua suntik-suntik dia," lanjut dr Rina.
Oleh karena
itu, dr Rina berharap ke depannya Indonesia bisa memiliki fasilitas NICU
yang lebih ramah keluarga, yang bisa menyediakan tempat tidur khusus
untuk keluarga inti (ibu dan ayah) di samping tabung inkubator si bayi.
Dengan demikian, diharapkan psikologis si bayi prematur dapat berkembang
dengan lebih baik jika di sampingnya ada keluarga yang dengan setia
menemani.
Sumber: http://health.detik.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar