Apa yang Anda makan sangat mempengaruhi kondisi kesehatan Anda
sekarang dan di kemudian hari. Hanya memperhatikan rasa enak tapi tidak
memperhatikan kualitas akan justru membuat rugi. Contohnya saja ketika Anda gemar pada menu-menu camilan berikut ini:
Aneka makanan manis
Entah
itu permen, cokelat dan makanan tinggi kadar gula lain memang sering
digunakan untuk menunda rasa kantuk dan mengisi waktu. Perlu Anda ingat
bahwa gula yang terkandung di dalamnya bisa berbahaya bagi kesehatan.
Jika memang ingin makan makanan manis, pilihlah menu sugar free atau low
sugar dengan porsi terbatas.
Minuman bersoda
Selain
kandungan gula yang tinggi, minuman bersoda juga berbahaya bagi
kesehatan karena mengandung senyawa asam di dalamnya. Asam memang
bersifat lemah dan akan terurai, namun bila terlalu sering mengonsumsi
akan memberikan efek negatif dalam tubuh.
Snack berbumbu
Snack
dengan rasa asin, balado, dan lain sebagainya sering tidak
mengenyangkan namun membuat ingin makan terus menerus. Bahan dasar
camilan ini sudah mengandung karbohidrat yang tinggi, yang menjadi biang
masalah berat badan. Di samping itu, ia juga dapat meningkatkan resiko
hipertensi karena bahan tambahan lain seperti pewarna, penyedap rasa
yang bisa meningkatkan resiko kanker.
Mie instant
Mengapa
mie instant disebut sebagai camilan? Karena rasanya belum lengkap bila
tidak dimakan dengan nasi. Kandungan sodium yang tinggi dalam mie
instant inilah yang patut diwaspadai, karena tak baik bagi kesehatan.
Cake
Cake
apapun itu, kaya akan kandungan gula yang memanjakan lidah. Namun
menyantap cake terlalu sering akan membuat angka di timbangan Anda
semakin naik dan bergerak ke kanan.
Tidak ingin berat badan bertambah dan tubuh sakit-sakitan kan? Kontrol porsi makanan di atas ya.
Sumber: vemale.com
Tampilkan postingan dengan label Artikel Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Senin, 26 Mei 2014
Rabu, 29 Januari 2014
Bahaya Memakai Hand Sanitizer Abal-Abal
![]() |
| Foto: copyright shutterstock |
Hand sanitizer atau gel yang digunakan untuk membersihkan tangan adalah cara praktis jika di sekitar Anda tidak ada air untuk mencuci tangan. Sekarang sedang tren berbagai hand sanitizer berbotol lucu dengan wangi. Sayangnya, Anda harus waspada, hand sanitizer abal-abal dengan kandungan isi yang tidak jelas bisa membahayakan kesehatan.
Dilansir oleh consciouslifenews.com, inilah beberapa bahaya hand sanitizer:
Hanya Berisi Gel dan Parfum
Beberapa hand sanitizer dirancang dengan formula yang bisa membunuh kuman dan bakteri. Formula dan bahan-bahan itu sudah diteliti agar tangan bebas dari kuman. Sayangnya, beberapa produk hand sanitizer (terutama yang abal-abal, murah dan dijual di pinggir jalan) hanya berisi gel dan parfum saja. Tidak ada jaminan bisa membunuh kuman.
Manfaat Triclosan?
Banyak penjual hand sanitizer yang mengatakan produknya mengandung triclosan sehingga dapat membunuh kuman. Sementara itu FDA (Badan Perizinan Obat dan Makanan) di Amerika Serikat menyatakan bahwa triclosan tidak memberi manfaat kesehatan. Dibanding hand sanitizer yang mengandung triclosan, mencuci tangan adalah cara terbaik.
Alergi Parfum
Pada hand sanitizer abal-abal, tidak diketahui berapa prosentase parfum yang ditambahkan. Beberapa parfum yang dicampurkan bisa menimbulkan alergi pada kulit. Kulit bisa mengalami reaksi gatal, panas dan kemerahan. Bahkan parfum yang tercampur bahan kimia yang tidak terukur dapat menyebabkan gangguan pernapasan dan reproduksi.
Karena itu, ladies, pastikan Anda tidak sembarangan membeli hand sanitizer. Pastikan hand sanitizer yang Anda beli memang asli dan aman.
Sumber: vemale.com
Selasa, 03 September 2013
Sambal Bawang Bisa Mencegah Kerusakan Jantung
Banyak orang tidak suka makan sambal bawang karena aromanya bikin bau
napas tidak sedap. Namun di balik baunya yang menyengat, bawang putih
sangat berkhasiat untuk mencegah kerusakan sel-sel jantung akibat
penyumbatan pembuluh darah.
Bawang putih yang sering dipakai sebagai bumbu masak maupun campuran sambal bawang mengandung senyawa bernama dialilsulfat. Dalam sebuah penelitian, senyawa tersebut terbukti mampu melepaskan gas hidrogen sulfida yang berguna untuk melindungi sel-sel jantung.
Hidrogen sulfida sudah lama diketahui bisa melindungi jantung, namun pemanfaatannya tidak praktis karena harus diberikan melalui suntikan. Kandungan dialilsulfat dalam bawang putih memberikan harapan bahwa gas hidrogen sulfida bisa diberikan dengan lebih praktis, yakni dengan cara ditelan.
"Kami telah melakukan penelitian untuk menemukan sebuah obat yang bisa melepaskan hidrogen sulfida lewat rute oral (ditelan) sehingga tidak perlu disuntikkan lagi," ungkap Prof David Lefer dari Emory University yang melakukan penelitian itu seperti dikutip dari Dailymail, Minggu (20/11/2011).
Percobaan yang dilakukan Prof Lefer memang masih terbatas pada tikus, namun hasilnya cukup menjanjikan. Sebagai simulasi serangan jantung, tikus-tikus itu diberi penyumbatan pembuluh darah selama kurang lebih 45 menit lalu diberi obat berisi dialilsulfat.
Dibandingkan tikus yang hanya disumbat pembuluh darahnya tanpa diberi obat apapun, tikus-tikus yang mendapat dialilsulfat lebih sedikit mengalami kerusakan sel-sel jantung. Tingkat kerusakan selama pembuluh darahnya tersumbat bisa dikurangi hingga 61 persen.
Secara alami, gas hidrogen sulfida juga diproduksi sendiri oleh tubuh dan dalam kadar yang cukup sangat berguna mencegah radang atau inflamasi pada sel-sel jantung. Namun pada jumlah yang berlebihan, gas ini juga bisa berakibat fatal yakni menyebabkan kematian.
Sumber: http://health.detik.com
Bawang putih yang sering dipakai sebagai bumbu masak maupun campuran sambal bawang mengandung senyawa bernama dialilsulfat. Dalam sebuah penelitian, senyawa tersebut terbukti mampu melepaskan gas hidrogen sulfida yang berguna untuk melindungi sel-sel jantung.
Hidrogen sulfida sudah lama diketahui bisa melindungi jantung, namun pemanfaatannya tidak praktis karena harus diberikan melalui suntikan. Kandungan dialilsulfat dalam bawang putih memberikan harapan bahwa gas hidrogen sulfida bisa diberikan dengan lebih praktis, yakni dengan cara ditelan.
"Kami telah melakukan penelitian untuk menemukan sebuah obat yang bisa melepaskan hidrogen sulfida lewat rute oral (ditelan) sehingga tidak perlu disuntikkan lagi," ungkap Prof David Lefer dari Emory University yang melakukan penelitian itu seperti dikutip dari Dailymail, Minggu (20/11/2011).
Percobaan yang dilakukan Prof Lefer memang masih terbatas pada tikus, namun hasilnya cukup menjanjikan. Sebagai simulasi serangan jantung, tikus-tikus itu diberi penyumbatan pembuluh darah selama kurang lebih 45 menit lalu diberi obat berisi dialilsulfat.
Dibandingkan tikus yang hanya disumbat pembuluh darahnya tanpa diberi obat apapun, tikus-tikus yang mendapat dialilsulfat lebih sedikit mengalami kerusakan sel-sel jantung. Tingkat kerusakan selama pembuluh darahnya tersumbat bisa dikurangi hingga 61 persen.
Secara alami, gas hidrogen sulfida juga diproduksi sendiri oleh tubuh dan dalam kadar yang cukup sangat berguna mencegah radang atau inflamasi pada sel-sel jantung. Namun pada jumlah yang berlebihan, gas ini juga bisa berakibat fatal yakni menyebabkan kematian.
Sumber: http://health.detik.com
Senin, 10 Juni 2013
Kesehatan Keluarga :: Memahami Diabetes pada Anak
Banyak orang beranggapan bahwa Diabetes
hanya dialami oleh orang dewasa atau lanjut usia. Tapi kenyataannya
tidak demikian. Diabetes juga dapat menyerang anak yang kini menjadi
ancaman karena angka penderitanya yang terus melonjak.
Diabetes yang biasa dialami si kecil ada dua tipe, tipe 1 dan tipe 2. Diabetes tipe 1 menyerang bilamana pankreas hanya memproduksi sedikit hormon Insulin atau bahkan tidak memproduksi sama sekali. Sedangkan tubuh memerlukan Insulin untuk mengubah gula (glukosa) menjadi energi. Kelebihan gula darah ini dapat merusak organ-organ dan jaringan tubuh lainnya. Penyebabnya adalah karena sel yang memproduksi Insulin dirusak oleh sistem kekebalan tubuh anak. Hal ini dikarenakan kelainan gen yang dibawa orangtua. Gejala seperti cepat haus dan sering berkemih akan muncul pada anak penderita Diabetes tipe 1 ini. Selain itu anak menjadi sering merasa lapar tetapi berat badan malah turun drastis. Rewel, penglihatan buram, cepat lelah dan mengalami infeksi jamur di kelamin adalah gejala-gejala lain yang muncul.
Sedangkan Diabetes tipe 2 dipicu dari pola hidup anak yang tidak sehat. Baik dari aktivitasnya maupun makannya. Diabetes tipe 2 inilah yang sering dijumpai dan terus meningkat penderitanya dari tahun ke tahun. Dampak dari Diabetes tipe 2 ini adanya penyakit ginjal dan jantung di usia muda. Karena berhubungan dengan pola hidup, artinya Bunda bisa mencegah buah hati Bunda dari Diabetes tipe 2 ini. bagaimana caranya?
1. Pola makan sehat
Pola makan tidak sehat adalah pemicu utama Diabetes tipe 2. Lebih baik Bunda memasak sendiri makanan untuk si kecil. Hindari makanan cepat saji sebisa mungkin. Bila si kecil masih lapar, buatkan pudding buah atau camilan dari sayur-sayuran. Berikan biskuit sesekali saja karena biasanya mengandung gula yang cukup tinggi. Bila si kecil sudah terlanjur gemuk, ajaklah ia berbicara untuk memulai pola makan yang sehat. Katakan bahwa Bunda akan membantunya.
2. Aktivitas fisik
Ajak si kecil beraktivitas fisik. Pastikan ia berolahraga setiap hari atau minimal bermain yang mengandung unsure gerak, misalnya bermain bola. Bergerak adalah salah satu cara mengusir lemak yang mengendap di tubuh yang menjadi salah satu pencetus kegemukan. Jangan biarkan anak bermain game digital terlalu lama yang menyebabkan ia malas bergerak.
3. Cek ke dokter
Bila perlu lakukan pengecekan kadar gula si kecil. Dokter juga akan menjelaskan apakah si kecil kelebihan berat badan atau tidak. Bagaimana status gizinya, apakah ia perlu diberikan Metorfin (obat penurun gula darah), dsb.
Tips:
Sesibuk apapun pastikan Bunda menyiapkan sarapan untuknya. Sarapan setiap hari dapat mengurangi resiko terkena diabetes, obesitas dan penimbunan lemak di perut.
Diabetes yang biasa dialami si kecil ada dua tipe, tipe 1 dan tipe 2. Diabetes tipe 1 menyerang bilamana pankreas hanya memproduksi sedikit hormon Insulin atau bahkan tidak memproduksi sama sekali. Sedangkan tubuh memerlukan Insulin untuk mengubah gula (glukosa) menjadi energi. Kelebihan gula darah ini dapat merusak organ-organ dan jaringan tubuh lainnya. Penyebabnya adalah karena sel yang memproduksi Insulin dirusak oleh sistem kekebalan tubuh anak. Hal ini dikarenakan kelainan gen yang dibawa orangtua. Gejala seperti cepat haus dan sering berkemih akan muncul pada anak penderita Diabetes tipe 1 ini. Selain itu anak menjadi sering merasa lapar tetapi berat badan malah turun drastis. Rewel, penglihatan buram, cepat lelah dan mengalami infeksi jamur di kelamin adalah gejala-gejala lain yang muncul.
Sedangkan Diabetes tipe 2 dipicu dari pola hidup anak yang tidak sehat. Baik dari aktivitasnya maupun makannya. Diabetes tipe 2 inilah yang sering dijumpai dan terus meningkat penderitanya dari tahun ke tahun. Dampak dari Diabetes tipe 2 ini adanya penyakit ginjal dan jantung di usia muda. Karena berhubungan dengan pola hidup, artinya Bunda bisa mencegah buah hati Bunda dari Diabetes tipe 2 ini. bagaimana caranya?
1. Pola makan sehat
Pola makan tidak sehat adalah pemicu utama Diabetes tipe 2. Lebih baik Bunda memasak sendiri makanan untuk si kecil. Hindari makanan cepat saji sebisa mungkin. Bila si kecil masih lapar, buatkan pudding buah atau camilan dari sayur-sayuran. Berikan biskuit sesekali saja karena biasanya mengandung gula yang cukup tinggi. Bila si kecil sudah terlanjur gemuk, ajaklah ia berbicara untuk memulai pola makan yang sehat. Katakan bahwa Bunda akan membantunya.
2. Aktivitas fisik
Ajak si kecil beraktivitas fisik. Pastikan ia berolahraga setiap hari atau minimal bermain yang mengandung unsure gerak, misalnya bermain bola. Bergerak adalah salah satu cara mengusir lemak yang mengendap di tubuh yang menjadi salah satu pencetus kegemukan. Jangan biarkan anak bermain game digital terlalu lama yang menyebabkan ia malas bergerak.
3. Cek ke dokter
Bila perlu lakukan pengecekan kadar gula si kecil. Dokter juga akan menjelaskan apakah si kecil kelebihan berat badan atau tidak. Bagaimana status gizinya, apakah ia perlu diberikan Metorfin (obat penurun gula darah), dsb.
Tips:
Sesibuk apapun pastikan Bunda menyiapkan sarapan untuknya. Sarapan setiap hari dapat mengurangi resiko terkena diabetes, obesitas dan penimbunan lemak di perut.
Sumber: http://www.infobunda.com
Selasa, 21 Mei 2013
Apa itu Penyakit Sifilis?
Kesehatan : Apa itu Penyakit Sifilis?
Penyakit Sifilis merupakan penyakit kelamin menular
yang disebabkan oleh bakteri spiroseta, atau lebih dikenal dengan nama
Treponema pallidum, Bakteri ini berbentuk spiral, merupakan bakteri yang
motil atau bakteri yang dapat bergerak, yang umumnya menginfeksi
melalui kontak seksual langsung, bakteri ini masuk ke dalam tubuh inang
melalui celah di antara sel epitel.
Penularan biasanya melalui kontak seksual, tetapi ada beberapa
contoh lain seperti kontak langsung dan kongenital sifilis penularan
melalui ibu ke anak dalam uterus. Struktur tubuhnya yang berupa heliks
memungkinkan Treponema pallidum bergerak dengan pola gerakan yang khas
untuk bergerak di dalam medium kental seperti lendir (mucus). Dengan
demikian organisme ini dapat mengakses sistem peredaran darah dan getah
bening inang melalui jaringan dan membran mucosa.
Sifilis dapat menyebabkan efek serius seperti kerusakan
sistem saraf, jantung, atau otak. Sifilis yang tak disembuhkan dapat
berakibat fatal. Orang yang memiliki kemungkinan terkena sifilis atau
menemukan pasangan seks yang mungkin terkena sifilis dianjurkan untuk
segera menemui dokter secepat mungkin.
Gejala Sifilis
Gejala penyakit Sifilis
sering kali menipu. Kadang luka yang disebabkan oleh Sifilis bisa
keliatan dan bisa juga tidak. Luka Sifilis pun sering tersembunyi antara
lain pada vagina, anus, atau mulut. Banyak orang yang terinfeksi
Sifilis tidak menampakkan gejala selama bertahun-tahun. Hal ini
berbahaya bila tidak segera ditangani. Jadi, penularan dapat menyebar
dari penderita yang tidak menyadari penyakitnya.
Mengenali gejala Sifilis sejak awal merupakan cara yang
efektif untuk mencegah perkembangan penyakit ini. Jika dibiarkan selama
bertahun-tahun, Sifilis dapat mengakibatkan kematian. Bakteri Sifilis
dapat menginfeksi bayi dalam kandungan. Hal ini tergantung pada berapa
lama ibu hamil terinfeksi Sifilis, tidak hanya itu sang ibu juga
berisiko tinggi melahirkan dengan kondisi bayi meninggal. Jika tidak
segera ditangani, Sifilis akan menyebabkan penyakit serius dalam waktu
mingguan. Bayi yang tidak ditangani dapat lahir dengan kondisi cacat
atau bahkan meninggal. Sifilis dapat dideteksi dengan memeriksa luka
dengan mikroskop khusus yang disebut dark-field microscope.
Jika terdapat bakteri Sifilis pada luka, bakteri tersebut
akan tampak di mikroskop. Cara lain adalah dengan menggunakan tes darah.
Setelah infeksi, tubuh akan memproduksi antibody yang dapat dideteksi
dalam darah. Kadar rendah antibodi dapat bertahan dalam darah dalam
hitungan bulan atau tahun bahkan setelah /penyakit Sifilis/ sembuh.
Dikarenakan Sifilis dapat menginfeksi bahkan membuat bayi meninggal maka
ibu hamil disarankan melakukan tes darah. Penderita Sifilis dalam tahap
perawatan harus berhenti melakukan hubungan seksual terhadap
pasangannya sampai luka-lukanya sembuh sempurna. Penderita Sifilis harus
menginformasikan kepada pasangannya sehingga pasangannya dapat
melakukan tes Sifilis dan diobati bila ternyata juga terkena infeksi.
Pernah menderita Sifilis tidak membuat seseorang kebal dengan penyakit
tersebut.
Walau perawatan berhasil menyembuhkan Sifilis, namun
penderita dapat terjangkit Sifilis lagi jika tidak berhati-hati. Hanya
tes laboratorium yang dapat mengidentifikasi Sifilis karena luka dapat
tersembunyi di vagina, anus, atau mulut. Penderita harus sadar diri
untuk memeriksa ulang dengan tes laboratorium.
Cara untuk mencegah penularan penyakit sifilis tentu saja
sama dengan cara mencegah penyakit menular seksual lainnya, yaitu
berhenti melakukan kontak seksual dalam jangka waktu lama dan memiliki
satu pasangan tetap untuk melakukan hubungan seksual
Sumber: http://www.artikelbagus.com
Senin, 20 Mei 2013
Cara Berjalan Mencerminkan Kemampuan Orgasme Perempuan
Tidak semua perempuan bisa mencapai orgasme dengan mudah saat
berhubungan seks, ada yang butuh waktu sangat lama atau bahkan tidak
pernah mengalaminya. Menurut pakar, kemampuan orgasme seorang perempuan
bisa dilihat dari cara berjalan.
Pakar seksualitas perempuan dari
Northwestern University, Dr Laura Berman mengatakan perempuan yang
sering mencapai orgasme saat berhubungan seks memiliki cara berjalan
yang berbeda. Bagi yang masih perawan, kemampuannya di ranjang saat
sudah bersuami juga bisa diprediksi dari perbedaan ini.
"Menurut
penelitian, perempuan yang berjalan dengan lincah, berenergi, sensual
dan merdeka cenderung memiliki lebih banyak riwayat orgasme vaginal,"
ungkap Dr Berman dalam salah satu tulisannya seperti dikutip dari Suntimes, Selasa (25/10/2011).
Cara
berjalan seperti itu, menurut Dr Berman menunjukkan bahwa otot panggul
di sekitar vagina tidak berada dalam kondisi lemah dan terkunci. Kondisi
tersebut sangat memungkinkan terjadinya orgasme vagina, yakni orgasme
akibat rangsangan di dalam liang sanggama.
Secara psikologis,
perempuan yang berjalan dengan penuh energi biasanya juga memiliki rasa
percaya diri yang lebih tinggi dibandingkan perempuan yang cara
berjalannya tidak bersemangat. Rasa percaya diri membuat perempuan lebih
berani mengeksplorasi kebutuhan seksualnya, sehingga lebih mudah
mencapai orgasme.
Namun Dr Berman mengakui hubungan antara
orgasme dengan cara berjalan mirip ibaratnya seperti telur dan ayam,
sulit dipastikan mana yang lebih dulu ada. Cara berjalan seperti itu
bisa saja meningkatkan peluang orgasme, namun bisa juga pengalaman
orgasme yang mempengaruhi cara berjalan.
Terlepas dari benar
tidaknya teori ini, Dr Berman mengatakan bahwa pada dasarnya setiap
perempuan lebih dianjurkan untuk berjalan dengan penuh energi dan jangan
ragu untuk menggoyangkan pinggul. Berjalan dengan penuh semangat akan
membuat postur tubuh dan tulang lebih kokoh dan tidak mudah cedera.
Semoga artikel Cara Berjalan Mencerminkan Kemampuan Orgasme Perempuan dapat memberikan manfaat bagi kita semua.
Sumber: http://www.artikelbagus.com
Langganan:
Postingan (Atom)





