Ketika saya mengandung merasa sangat kesepian di samping baru datang ke
negri orang dan tak punya siapa- saiap lagi kecuali suami, suamipun
harus bekerja seharian tidak di rumah.
Kebetulan pada satu itu aku lagi hampir anak pertama dan satu-satunya
yang bisa ku lakukan adalah mengajak janinku yang berada di dalam
kandungan untuk ku ajak berbicara. kadang aku percaya tak percaya kalau
janin dlam kandunganku bisa mengerti dan mengikuti apa yang ku inginkan,
menurt kerabat yang kebetulan suka membaca dan berpengalaman hamil dan
mempunyai anak katanya ajaklah janinmu ngobrol apa saja yang bisa
menginspirasi kebaikan kepadanya dan ibunya.
Berbekal pengalamn saudaraku itu akupun melakukannya dengan
mengungkapakan segala resah gelisah dan keiginanku termasuk memintaku
jangan jadi anak yang asgresif dan nakal karena di sini kita tak punya
siapa-siapa selain mami dan papimu dan juga jangan membuat banyak
keluhan dengan banyak bergerak di dalam perut tak lupa kalau melahirkan
jangan lama-lama di perjalanan juga jangan jadi besar ya nak.. kalau
mau besar nanti saja stelah lahir begitu pintaku karena di sini ibu
hamil di anjurkan tidak menjadi besar loh semakin bayi kecil semakin
memudahkan ibunya untuk melahirkan beda dengan teori ginekolog di tanah
air, nah… kalau yang itu nanti di artikel lain kita bahas. dan banyak
lagi permintaanku yang termasuk dari segi penampilan hihi…emang genit
emaknya
Selama hamil dan melahirkan anak pertama hampir semua yang aku minta
rupanya terkabulkan oleh si janin. ketika di dalam perut janinku sangat
pendiam dan ketika lahiran juga timbangannya hanya 3 kg selebihnya
hampir terkabul temasuk permintaanku kalau kulitnya jangan hitam dan
harus kuning seperti kulit orang sunda juga matanya, semua
menyenagkanku. ih… dasar emak ganjen penampilan juga sudah di atur
untung anaknya nurut sekali.
Begitu juga ketika anak yang ke dua yang lebih menghawatirkan karena
punya dua anak maka aku sangat takut kalau harus lahiran malam-malam,
nah anaku yang pertama di kemanian ya. saking khawatirny aku meminta
setengah memohon sama janin selain sama alloh yang aku minta adalah, de,
kalau lahiran di waktu Aa Ghaisan libur ya dan jangan di musim sekolah
karena tidak ada yang menjagain Aa juga lahirannya di siang hari ya de
begitu kira-kira permintaanku yang keraf ku lontarkan ketika aku lagi
berduaan dengan janinku dan mengelus-ngelus perutku.
Pengharapan yang cukup srius memang, mengingat kalau samapai melahirkan
di malam hari dan anaku harus di kemanin, bisa saja di titip teman tapi
tak mudah di sini kalau anak masih kecil di titip malam-malam.
Sampai permintaan kepada janinku yang cukup penting untuk seorang anak
perempuan kalau di ajak pindah ke tanah air yakni kulitmu harus bening
seperti kebanyakan orang sunda. nah yang satu ini kelupaan tak ku
ungkapkan tidak seperti permintaanku kepada anak laki-lakiku yang dulu.
saking seriusnya mikirin gimana lahiran nanti kalau prosesnya lama dan
di malam hari.
Begitu lahiran semua yang ku inginkan terwujud, yakni lahiran di siang
hari. kontraksi jam sembilan pagi dan keluar jam satu siang dengan
berat badan yang juga cukup kecil yakni 3 kg saja dan lahirnya persis di
hari pertama menjelang liburan natal taggal 23 desember. ajaib bukan?.
Ada yang terlupa doaku yang untuk kulitnya yang kuning langsat tak ku
ungkapkan karena sibuk minta lahiran di hari libur dan jam saing saja
yang menjadi beban pikiranku berhubung kini aku ada anak kecil yang ku
khawatirkan selain bayiku. alhasil anaku yang ke dua kulitnya hitam
seperti papa nya hihi… tapi sangat manis. lah kalau di sini ya cukup
istimewa tapi kalu di bawa ke tanah air maka para pria masih menganggap
gadis putih bersih berhak mendapatkan kasta yang lebih tinggi di banding
yang hitam padahal di sini yang hitam di anggap sangat seksi tapi kan
aku ingin sekali membawa anaku kembali ke tanah air. ah..biarlah yang
penting anaku sudah mengabulkan apa yang menjadi kekahawatiranku juga
sehat lahir batin.
Dari kedua pengalaman di atas tak lama berselang. suami membaca artikel
di sebuah berita harian Internasional yang mengabarkan di Australia ada
seorang ibu yang melahirkan dua anak kembar dan yang satunya meninggal,
ketika bayi kembar yang meninggal tadi mau di kremasi atau di kebumikan
si ibu yang melahirkannya di persilahkan oleh pihak rumah sakit untuk
berdialog berduaan dengan bayinya yang meninggal tadi.
si ibu megenggam jemari kecil mungil bayinya yang meninggal itu dan mengajaknya berbicara.
sambil berilinag air mata menahan sedih yang tak terperi ia katakan,
anaku kamu adalah anak yang terlahir kembar di hari…dan jam… kami orang
tuamu harus merelakan kepergianmu dengan sangat berat hati. tapi tauakah
kamu nak, kami dan juga sodara kembarmu sangat mencintaimu. dan banyak
lagi yang ibu bayi meninggal tadi selama berduaan dengan bayinya yang
meninggal itu.
Keajaiban yang tak bisa di percaya memang, bayi yang meninggal itu di
nyatakan hidup kembali karena dialog ibunya yang panjang lebar di mana
si ibunya mengungkapkan harapan yang besar kalau bayinya yang meninggal
itu hidup bersama sodara kembarannya. kejadian yang cukup menghebohkan
beritanya.
Aku mengajak janinku berdialog sebelum berita tersebut ada. semua yang
ku obrolkan dengan bayiku di kabulakan olehnya dan anak yang meninggal
di australi itu usianya sekarag sudah 7 tahun.
Berkaca dari pengalaman yang ku jalani dan berita bayi yang hidup
kembali karena ungkapan perngharapan ibunya yang panjang lebar dan
akhirnya si bayi sampai hidup kembali menambah keyakinan bahwa mengajak
bayi berdialog dan menganjurkan kebaikan untuk keduanya adalah cara yang
baik untuk di lakukan.
Selamat mencoba
Salam.
Sumber: http://kesehatan.kompasiana.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar