Senin, 20 Mei 2013

Sebaiknya Ibu Berdialog Dengan Janin Selama Dalam Kandungan

Ketika saya mengandung  merasa sangat kesepian di samping baru datang ke negri orang dan tak punya siapa- saiap lagi kecuali suami, suamipun harus bekerja seharian tidak di rumah.

Kebetulan pada satu itu aku lagi hampir anak pertama dan satu-satunya yang bisa ku lakukan adalah mengajak janinku yang berada di dalam kandungan untuk ku ajak berbicara. kadang aku percaya tak percaya kalau janin dlam kandunganku bisa mengerti dan mengikuti apa yang ku inginkan, menurt kerabat yang kebetulan suka membaca dan berpengalaman hamil dan mempunyai anak katanya ajaklah janinmu ngobrol apa saja yang bisa menginspirasi kebaikan kepadanya dan ibunya.

Berbekal pengalamn saudaraku itu akupun melakukannya dengan mengungkapakan segala resah gelisah dan keiginanku termasuk memintaku jangan jadi anak yang asgresif dan nakal karena di sini kita tak punya siapa-siapa selain mami dan papimu dan juga jangan membuat banyak keluhan dengan banyak bergerak di dalam perut  tak lupa kalau melahirkan jangan lama-lama di perjalanan juga jangan jadi besar ya nak.. kalau mau besar nanti saja stelah lahir begitu pintaku karena di sini ibu hamil di anjurkan tidak menjadi besar loh semakin bayi kecil semakin memudahkan ibunya untuk melahirkan beda dengan teori ginekolog di tanah air,  nah… kalau yang itu nanti di artikel lain kita bahas. dan banyak lagi permintaanku yang  termasuk dari segi penampilan hihi…emang genit emaknya

Selama hamil dan melahirkan anak pertama hampir semua yang aku minta rupanya terkabulkan oleh si janin. ketika di dalam perut janinku sangat pendiam dan ketika lahiran juga timbangannya hanya 3 kg selebihnya hampir terkabul temasuk permintaanku kalau kulitnya jangan hitam dan harus kuning seperti kulit orang sunda juga matanya, semua menyenagkanku. ih… dasar emak ganjen penampilan juga sudah di atur untung anaknya nurut sekali.

Begitu juga ketika anak yang ke dua yang lebih menghawatirkan karena punya dua anak maka aku sangat takut kalau harus lahiran malam-malam, nah anaku yang pertama di kemanian ya. saking khawatirny aku meminta setengah memohon sama janin selain sama alloh yang aku minta adalah, de, kalau lahiran di waktu Aa Ghaisan libur ya dan jangan di musim sekolah karena tidak ada yang menjagain Aa juga lahirannya di siang hari ya de begitu kira-kira permintaanku yang keraf ku lontarkan ketika aku lagi berduaan dengan janinku dan mengelus-ngelus perutku.

Pengharapan yang cukup srius memang, mengingat kalau samapai melahirkan di malam hari dan anaku harus di kemanin, bisa saja di titip teman tapi tak mudah di sini kalau anak masih kecil di titip malam-malam.

Sampai permintaan kepada janinku yang cukup penting untuk seorang anak perempuan kalau di ajak pindah ke tanah air yakni kulitmu harus bening seperti kebanyakan orang sunda. nah yang satu ini kelupaan tak ku ungkapkan tidak seperti permintaanku kepada anak laki-lakiku yang dulu. saking seriusnya mikirin gimana lahiran  nanti kalau prosesnya lama dan di malam hari.

Begitu lahiran semua yang ku inginkan terwujud, yakni lahiran di siang hari. kontraksi jam sembilan pagi  dan keluar jam satu siang dengan berat badan yang juga cukup kecil yakni 3 kg saja dan lahirnya persis di hari pertama menjelang  liburan natal taggal 23 desember. ajaib bukan?.

Ada yang terlupa doaku yang untuk kulitnya yang kuning langsat tak ku ungkapkan karena sibuk minta lahiran di hari libur dan jam saing saja yang menjadi beban pikiranku berhubung kini aku ada anak kecil yang ku khawatirkan selain bayiku. alhasil anaku yang ke dua kulitnya  hitam seperti papa nya hihi… tapi sangat manis. lah kalau di sini ya cukup istimewa tapi kalu di bawa ke tanah air maka para pria masih menganggap gadis putih bersih berhak mendapatkan kasta yang lebih tinggi di banding yang hitam padahal di sini yang hitam di anggap sangat seksi tapi kan aku ingin sekali membawa anaku kembali ke tanah air.  ah..biarlah yang penting anaku sudah mengabulkan apa yang menjadi kekahawatiranku juga sehat lahir batin.

Dari kedua pengalaman di atas tak lama berselang. suami membaca artikel di sebuah berita harian Internasional yang mengabarkan di Australia ada seorang ibu yang melahirkan dua anak kembar dan yang satunya meninggal, ketika bayi kembar yang meninggal tadi mau di kremasi atau di kebumikan si ibu yang melahirkannya di persilahkan oleh pihak rumah sakit untuk berdialog berduaan dengan bayinya yang meninggal tadi.

si ibu megenggam jemari kecil mungil bayinya yang meninggal itu dan mengajaknya berbicara.

sambil berilinag air mata menahan sedih yang tak terperi ia katakan, anaku kamu adalah anak yang terlahir kembar di hari…dan jam… kami orang tuamu harus merelakan kepergianmu dengan sangat berat hati. tapi tauakah kamu nak, kami dan juga sodara kembarmu sangat mencintaimu. dan banyak lagi yang ibu bayi meninggal tadi  selama berduaan dengan bayinya yang meninggal itu.

Keajaiban yang tak bisa di percaya memang,  bayi yang meninggal itu di nyatakan hidup kembali karena dialog ibunya yang panjang lebar di mana si ibunya mengungkapkan harapan yang besar kalau bayinya yang meninggal itu hidup bersama sodara kembarannya. kejadian yang cukup menghebohkan beritanya.

Aku mengajak janinku berdialog sebelum berita tersebut ada. semua yang ku obrolkan dengan bayiku di kabulakan olehnya dan anak yang meninggal di australi itu usianya sekarag sudah 7 tahun.

Berkaca dari pengalaman yang ku jalani dan berita bayi yang hidup kembali karena ungkapan perngharapan ibunya yang panjang lebar dan akhirnya si bayi sampai hidup kembali menambah keyakinan bahwa mengajak bayi berdialog dan menganjurkan kebaikan untuk keduanya adalah cara yang baik untuk di lakukan.

Selamat mencoba

Salam.

Sumber:  http://kesehatan.kompasiana.com




Tidak ada komentar:

Posting Komentar