Maraknya kasus geng motor tentu membawa perhatian khusus bagi
masyarakat. Selain kebut-kebutan di jalan geng ini juga kerap menyakiti
orang yang melintas di jalan.
Agresivitas yang tampil pada remaja ini ternyata bisa juga tercipta
akibat faktor bawaan. Hal ini diungkapkan oleh psikolog Roslina Verauli,
M.Psi pada detikHealth dan ditulis pada Jumat (17/5/2013).
"Agresifitas bisa jadi bawaan atau gen dari orang tuanya namun apakah
hal ini akan tampil butuh faktor pencetus. Nah, faktor pencetusnya ini
yang harus dicari tahu," ujarnya.
Menurut Vera ketika anak
memiliki kecenderungan melakukan aksi destruktif jangan-jangan anaknya
sudah punya conduct disorder atau gangguan conduct seperti menyakiti
orang atau melanggar aturan. Ia pun mengatakan ada beberapa faktor yang
dapat memicu timbulnya agresivitas ini.
"Beberapa faktornya
adalah orang tua, karakter anaknya apakah tempramennya memang sulit
diatur, kecerdasan yang kurang berkembang karena pendidikannya rendah.
Kemudian lihat juga lingkungannya berisiko atau tidak, dan juga
pemerintah ini termasuk dalam faktor pemicunya," kata Vera menjelaskan.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan Vera di lapas anak Tangerang, ia
mendapatkan perbedaan kecenderungan antara kriminalitas anak Indonesia
dibandingkan dengan negara lain. "Kalau dilihat di sini anak di negara
Barat khususnya menjadi seperti itu karena mereka pernah menjadi korban,
sedangkan kalau di Indonesia itu karena adanya lack of emphaty atau
kurangnya empati terhadap orang lain," tuturnya.
Kurangnya empati
diduga terjadi lagi-lagi karena pendidikan yang kurang serta pemahaman
moral yang tidak tertanam dengan baik. Selain itu faktor orang tua yang
cuek turut menjadi penyebab kurangnya empati.
"Anak-anak yang
seperti itu kebanyakan orang tuanya buruh, pergi pagi pulang pagi
sehingga keadaannya tidak kondusif," tutur Vera.
Jika anak
memiliki sikap agresif, menurut Vera sebaiknya orang tua memberikan
penyaluran dalam bentuk olahraga seperti tinju. Tetapi akan lebih baik
jika ekspresi tersebut lebih dikelola dengan menanamkan serta
mengembangkan rasa empati pada anak.
"Dengan mengembangkan empati maka anak akan lebih peka terhadap orang
lain. Empati adalah dasar dari segala kebaikan," tutup Vera.
Sumber: http://health.detik.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar