Senin, 13 Januari 2014

Hati-hati dengan Gangguan Seksual Paraphilia

Belakangan ini masyarakat sering dikejutkan dengan pemberitaan di televisi atau media massa lainnya yang mengungkap kasus mengenai seksualitas yang tidak umum, seperti kakek yang mencabuli anak di bawah umur, pelecehan seksual di tempat umum, hubungan seksual dengan saudara dekat, dan lain sebagainya. Sebenarnya hal tersebut dapat kita lihat dari sudut pandang psikologis yang akan bahas dalam artikel saya ini. Saya akan mencoba menggambarkan beberapa gangguan seksual yang dikategorikan pada gangguan paraphilia, termasuk didalamnya faktor apa yang menyebabkan terjadinya gangguan tersebut, upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah hal itu terjadi, dan beberapa contoh kasus yang pernah muncul. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

A. GAMBARAN KLINIS PARAFILIA

Dalam DSM IV TR, paraphilia adalah sekelompok gangguan yang mencakup ketertarikan seksual terhadap objek yang tidak wajar atau aktivitas seksual yang tidak pada umumnya. Dengan kata lain, terdapat deviasi (para) dalam ketertarikan seseorang (philia). Fantasi, doronganm atau perilaku harus berlangsung setidaknya selama 6 bulan dan menyebabkan distress. Seseorang dapat memiliki perilaku, fantasi, dan dorongan seperti yang dimiliki seorang paraphilia namun tidak didiagnosis menderita paraphilia jika fantasi atau perilaku tersebut tidak berulang atau bila tidak mengalami distress karenanya.

Banyak orang sering kali mengalami lebih dari satu paraphilia dan pola semacam itu dapat merupakan aspek gangguan kepribadian mental lain, seperti skizofrenia, depresi, atau salah satu gangguan kepribadian. Dari hasil survey di masyarakat, mengindikasikan bahwa sebagian besar pengidap paraphilia adalah laki-laki.

Beberapa gangguan yang termasuk ke dalam kelompok paraphilia diantaranya fetishisme, fetishisme transvestik, pedofilia, incest, voyeurisme, eksibisionisme, froteurisme, sadisme dan masokisme seksual.

1. Fetishisme

Fetishisme adalah ketergantungan pada benda mati untuk menimbulkan gairah seksual. Misalnya sepatu, stoking, benda-benda dari karet seperti jas hujan, sarung tangan, pakaian dari bulu, celana dalam, dan benda-benda lainnya untuk menimbulkan gairah seksual bagi para fetisis.

Beberapa orang dapat melakukan tindakan fetishisme mereka sendirian secara diam-diam dengan membelai, menciumi, mengisap, menempelkan di anus, atau hanya menatap benda-benda tersebut sambil melakukan masturbasi. Ada juga yang membutuhkan pasangan untuk menggunakan fetis tersebut sebagai stimulan sebelum melakukan hubungan seks. Fetisis kadang tertarik untuk mengoleksi benda-benda yang diinginkannya dan bahkan mencuri di setiap waktu untuk menambah koleksi mereka.

Ketertarikan yang dirasakan fetisis pada benda tersebut dialami secara spontan dan tidak dapat ditahan. Tingkat fokalisasi erotis – status eksklusif dan istimewa yang dimiliki benda tersebut sebagai stimulan seksual – yang membedakan fetishisme dengan ketertarikan yang normal.

Gangguan tersebut biasanya berawal dari  masa remaja, biasanya remaja awal. Fetisis seringkali mengidap jenis paraphilia lain seperti pedofilia, sadisme, dan masokisme.

Adapun kriteria Fetishisme dalam DSM IV TR, yaitu:

· Berulang, intens, dan terjadi dalam kurun waktu setidaknya enam bulan, fantasi, dorongan, atau perilaku yang menimbulkan gairah seksual berkaitan dengan penggunaan benda-benda mati

· Menyebabkan disress dalam fungsi sosial atau pekerjaan

· Benda-benda yang menimbulkan gairah seksual tidak terbatas pada bagian pakaian yang dikenakan lawan jenis atau alat-alat yang dirancang untuk menstimulasi alat kelamin secara fisik, seperti vibrator

2. Fetshisme Transvestik

Kondisi fetishisme transvestik atau transvestisme yaitu jika seorang laki-laki mengalami gairah seksual dengan memakai pakaian perempuan meskipun ia tetap merasa sebagai seorang laki-laki. Transvestisme bervariasi mulai dari memakai pakaian dalam perempuan dibalik pakaian konvensional hingga memakai pakaian perempuan lengkap. 

Fetishisme transvestik biasanya diawalai dengan separuh menggunakan pakaian lawan jenis di saat mereka anak-anak atau remaja. Para transvestit adalah heteroseksual, selalu laki-laki, dan secara umum hanya memakai pakaian lawan jenis di waktu tertentu saja dan tidak rutin. Di luar itu mereka cenderung berpenampilan, berperilaku, dan memiliki minat seksual maskulin. Banyak yang menikah dan menjalani kehidupan konvensional. Memakai pakaian lawan jenis biasanya dilakukan secara diam-diam dan hanya diketahui oleh sedikit anggota keluarga.

Adapun kriteria Fetishisme Transvestik dalam DSM IV TR, yaitu:

· Berulang, intens, dan terjadi dalam kurun waktu setidaknya enam bulan pada laki-laki heteroseksual, fantasi, dorongan, atau perilaku yang menimbulkan gairah seksual berkaitan dengan memakai pakaian lawan jenis

· Menyebabkan disress dalam fungsi sosial atau pekerjaan

· Dapat berhubungan dengan disforia gender dalam kadar tertentu (merasa tidak nyaman dengan identitas gendernya)

3. Pedofilia

Menurut DSM, pedofil (pedos, berarti “anak” dalam bahas Yunani) adalah orang dewasa yang mendapatkan kepuasan seksual melalui kontak fisik dan sering kali seksual dengan anak-anak prapubertas yang tidak memiliki hubungan darah dengan mereka. DSM IV TR mensyaratkan para pelakunya minimal berusia 16 tahun dan minimal 5 tahun lebih tua dari si anak. Namun, penelitian tampaknya tidak mendukung pernyataan DSM bahwa semua pedofil lebih menyukai anak-anak prapubertas, beberapa diantaranya menjadi anak-anak pascapubertas sebagai korbannya, yang secara hukun belum cukup umur untuk diperbolehkan melakukan hubungan seks dengan orang dewasa.

Pedofilia lebih banyak diidap oleh laki-laki daripada perempuan. Gangguan ini seringkali komorbid dengan gangguan mood dan anxietas, penyalahgunaan zat, dan tipe paraphilia lainnya. Pedofilia bisa homoseksual atau heteroseksual. Dalam beberapa tahun terakhir, internet memiliki peran yang semakin besar dalam pedofilia. Para pedofil memanfaatkan internet untuk mengakses pornografi anak dan untuk menghubungi calon-calon korbannya.

Kekerasan jarang menjadi bagian dalam pencabulan tersebut meskipun hal itu dapat terjadi, seperti yang kadang menarik perhatian orang dalam bebrbagai besar di media. Namun, meskipun sebagian besar pedofil tidak melukai korbannya secara fisik, beberapa diantaranya sengaja menakut-nakuti si anak dengan, misalnya, membunuh hewan peliharaan si anak dan mengancam akan lebih menyakitinya jika si anak melapor kepada orangtuanya. Pencabulan tersebut dapat terus berlangsung selama beberapa minggu, bulan, atau tahun jika tidak diketahui oleh orang dewasa lain atau jika si anak tidak memprotesnya.

Sejumlah kecil pedofil, yang juga dapat diklasifikasikan sebagai sadistis seksual atau berkepribadian antisosial (psikopatik), menyakiti objek nafsu mereka secara fisik dan menyebabakan cedera serius. Mereka bahkan dapat membunuhnya. Para individu tersebut, apakah psikopat atau bukan, mungkin lebih tepat disebut pemerkosa anak dan secara fundamental berbeda dengan pedofil terkait keinginan mereka untuk menyakiti si anak secara fisik minimal sampai mereka mendapatkan kepuasan seksual.

Adapun kriteria Pedofilia dalam DSM IV TR:

· Berulang, intens, dan terjadi selama periode minimal 6 bulan, fantasi, dorongan, perilaku yang menimbulkan gairah seksual yang berkaitan dengan melakukan kontak seksual dengan seorang anak prapubertas.

· Orang yang bersangkutan bertindak berdasarkan dorongan tersebut, atau dorongan dan fantasi tersebut menyebabkan orang yang bersangkutan mengalami distress atau masalah interpersonal.

· Orang yang bersangkutan minimal berusia 16 tahun dan 5 tahun lebih tua dari anak yang menjadi korbannya

4. Incest

Incest adalah hubungan seksual antar kerabat dekat yang dilarang untuk menikah. Hal ini paling sering terjadi antara saudara kandung laki-laki dan perempuan. Bentuk paling umum lainnya yang dianggap lebih patologis yaitu antara ayah dan anak.

Incest dicantumkan dalam DSM IV TR sebagai subtipe pedofilia. Terdapat dua perbedaan utama antara incest dan pedofilia. Pertama, incest sendiri berdasarkan definisinya dilakukan antaraggota keluarga. Kedua, korban incest cenderung lebih tua dari korban pedofil. Lebih sering kasusnya adalah si ayah mulai tertarik kepada anak perempuannya ketika si anak mulai mengalami kematangan fisik, sedangkan pedofil biasanya tertarik pada anak-anak jelas karena anak tersebut belum mencapai kematangan seksual.

5. Voyeurisme

Voyeurisme adalah kondisi dimana seseorang memiliki prefensi tinggi untuk mendapatkan kepuasan seksual dengan melihat orang lain yang sedang tanpa busana atau sedang melakukan hubungan seksual. Tindakan melihat atau mengintip mendorong individu untuk mengalami gairah seksual dan kadang menjadi hal penting agar dapat mengalam gairah seksual. Orgasme seorang voyeus dicapai dengan melakukan masturbasi, baik sambil tetap mengintip atau setelahnya, sambil mengingat apa yang dilihatnya. Kdang seorang voyeur berfantasi melakukan hubungan seksual dengan orang ynag diintipnya, namun hal itu tetap menjadi fantasi dalam voyeurisme, jarang terjadi kontak antara orang yang diintip dan orang yang mengintip.

Voyeur sejati, yang hampir seluruhnya laki-laki, tidak merasa bergairah dengan melihat perempuan yang sengaja membuka pakaiannya untuk kesenangan si voyeur. Elemen risiko sepertinya penting karena si voyeur merasa bergairah dengan kmungkinan reaksi perempuan yang diintipnya jika ia mengetahuinya.

Voyeurisme biasanya berawal di masa remaja. Ada pemikiran bahwa voyeur merasa takut untuk melakukan hubungan seksual secara langsung dengan orang lain, mungkin karena tidak terampil dalam hubungan sosial. Tindakan mengintip yang mereka lakukan berfungsi sebagai pemuasan pengganti dan kemungkinan memberikan rasa kekuasaan atas orang yang diintipnya. Voyeur sering kali mengidap parafilia lain namun tidak menjadi gangguan.

Adapun kriteria Voyeurisme dalam DSM IV TR:

· Berulang, intens, dan terjadi selama periode minimal 6 bulan, fantasi, dorongan, perilaku yang menimbulkan gairah seksual yang berkaitan dengan tindakan mengintip orang lain yang sedang tanpa busana atau sedang melakukan hubungan seksual tanpa diketahui yang bersangkutan.

· Orang yang bersangkutan bertindak berdasarkan dorongan tersebut, atau dorongan dan fantasi tersebut menyebabkan orang yang bersangkutan sangat menderita atau mengalami masalah interpersonal.

6. Eksibisionisme

Eksibisionisme adalah prefensi tinggi dan berulang untuk mendapatkan kepuasan seksual kepada orang yang tidak dikenal yang tidak menginginkannya kadang kepada seorang anak. Gangguan ini umumnya berawal di masa remaja. Seperti halnya pada voyeurisme jarang ada upaya untuk melakukan kontak secara nyata dengan orang yang tidak dikenal tersebut.

Gairah seksual terjadi dengan berfantasi memamerkan alat kelaminnya atau benar0benar melakukannya, dan eksibisionis melakukan masturbasi ketika berfantasi atau memamerkannya. Pada sebagian besar kasus ada keinginan untuk mengejutkan atau membuat malu korbannya.

Dorongan untk memamerkan alat kelamin sangat kuat dan hampir tidak dapat dikendalikan pada eksibionis, atau flasher, dan tampaknya dipicu oleh kecemasan dan kegelisahan serta gairah seksual. Karena dorongan tersebut bersifat impulsif, tingkah laku memamerkan tersebut dapat dilakukan cukup sering. Para eksibisionis memiliki dorongan yang sangat kuat sehingga pada saat melakukan tindakan tersebut, mereka biasanya tidak memperdulikan konsekuensi sosial dan hukum dari tindakan mereka.

Secara umum, eksibisionis adalah orang yang tidak matang dalam mendekati lawan jenisnya dan mengalami kesulitan dalam hubungan interpersonal. Lebih dari separuh pengidap eksbisionis berstatus menikah, namun memiliki hubungan seksual yang tidak memuaskan dengan pasangan.

Adapun kriteria Eksibisionisme dalam DSM IV TR:

· Berulang, intens, dan terjadi selama periode minimal 6 bulan, fantasi, dorongan, perilaku yang menimbulkan gairah seksual yang berkaitan dengan memamerkan alat kelamin kepada orang yang tidak dikenal yang tidak menduganya.

· Orang yang bersangkutan bertindak berdasarkan dorongan tersebut, atau dorongan dan fantasi tersebut menyebabkan orang yang bersangkutan smengalami distress atau mengalami masalah interpersonal.

7. Froteurisme

Froteurisme adalah gangguan yang berkaitan dengan melakukan sentuhan yang berorientasi pada bagian tubuh seseorang  yang tidak menaruh curiga akan terjadinya hal itu. Froteur bisa menggosokkan penisya ke paha atau pantat seorang perempuan atau menyentuh payudara atau alat kelaminnya. Tindakan ini umumnya dilakukan di tempat umum, seperti di dalam bis yang penuh penumpang atau trotoar yang penuh pejalan kaki, yang memudahkan pelaku untuk melarikan diri. Froteurisme belum pernah diteliti secara ekstentif. Gangguan ini tampaknya muncul di awal masa remaja dan umumnya diidap bersama dengan parafilia lainnya.

Adapun kriteria Froteurisme dalam DSM IV TR:

· Berulang, intens, dan terjadi selama periode minimal 6 bulan, fantasi, dorongan, perilaku yang menimbulkan gairah seksual yang berkaitan dengan menyentuh atau menggosokkan bagian tubuhnya pada orang yang tidak menghendakinya

· Orang yang bersangkutan bertindak berdasarkan dorongan tersebut, atau dorongan dan fantasi tersebut menyebabkan orang yang bersangkutan distress atau mengalami masalah interpersonal.

8. Sadisme Seksual dan Masokisme Seksual

Sadisme seksual yaitu prefensi kuat untuk mendapatkan atau meningkatkan kepuasan seksual dengan menimbulkan rasa sakit atau penderitaan psikologis pada orang lain atau pasangannya. Sedangkan masokisme adalah prefensi kuat untuk mendapatkan atau meningkatkan kepuasan seksual dengan menjadikan diri sendiri sebagai subjek rasa sakit.

Kedua gangguan ini terjadi dalam gangguan heteroseksual dan homoseksual. Beberapa sadistis dan mesokis adalah perempuan. Gangguan ini mulai muncul di masa dewasa awal dan sebagian besar sadistis dan masokis relatif cukup nyaman dengan praktik seksual mereka yang tidak wajar. Terlepas dari gangguan yang mereka idap, mayoritas sadistis dan mesokis  menjalani kehidupan normal, dan terdapat beberapa bukti bahwa mereka berpenghasilan dan memiliki latar pendidikan yang di atas rata-rata.

Mayoritas sadistis dan mesokis menjalin hubungan untuk mendapatkan kepuasan seksual secara timbal balik. Sadistis dapat memperoleh kenikmatan orgasmik sempurna dengan menimbulkan rasa sakit pada pasangannya dan masokis dapat terpuaskan sepenuhnya dengan membiarkan dirinya tersakiti.

Adapun kriteria Sadisme dalam DSM IV TR:

· Berulang, intens, dan terjadi selama periode minimal 6 bulan, fantasi, dorongan, perilaku yang menimbulkan gairah seksual yang berkaitan dengan tindakan (bukan fantasi) mempermalukan atau menyebabkan penderitaan fisik pada orang lain

· Menyebabkan distress pada orang yang bersangkutan dalam fungsi sosial atau pekerjaan atau orang tersebut bertindak berdasarkan dorongannya pada orang lain yang tidak menghendakinya

Sedangkan kriteria Masokisme dalam DSM IV TR:

· Berulang, intens, dan terjadi selama periode minimal 6 bulan, fantasi, dorongan, perilaku yang menimbulkan gairah seksual yang berkaitan dengan tindakan (bukan fantasi) yang dilakukan oleh orang lain untuk mempermalukan atau memukul dirinya

· Menyebabkan distress pada orang yang bersangkutan dalam fungsi sosial atau pekerjaan 

B. FAKTOR PENYEBAB PARAFILIA

Di bawah ini ada beberapa faktor penyebab dari parafilia yang dilihat dari beberapa sudut pandang, antara lain:

1. Perspektif teori belajar, stimulus yang tidak biasa menjadi stimulus terkondisi untuk rangsangan seksual akibat pemasangannya dengan aktivitas seksual di masa lalu, serta stimulus yang tidak biasa dapat menjadi erotis dengan cara melibatkannya dalam fantasi erotis dan masturbasi.

2. Perspektif psikodinamika, kecemasan kastrasi yang tidak terselesaikan dari masa kanak-kanak yang menyebabkan rangsangan seksual dipindahkan pada objek atau aktivitas yang lebih aman.

3. Perspektif multifaktor, penganiayaan seksual atau fisik pada masa kanak-kanak dapat merusak pola rangsangan seksual yang normal.

Sedangkan faktor penyebab langsung terbentuknya penyimpangan seksual parafilia tidak diketahui secara pasti, beberapa dugaan kemunculan gangguan ini;

1) Pengalaman pelecehan dan kekerasan seksual dimasa kanak-kanak

2) Keterdekatan dengan situasi atau objek tertentu secara berulang kali dengan aktivitas seksual

3) Hambatan perkembangan dan kesulitan dalam menjalin hubungan dengan beda jenis

4) Kecanduan pornografi, beberapa tayangan nyeleneh (aneh) akan memberikan daya tarik seperti magnet yang dapat mempengaruhi psikologis ketergantungan

5) Pengaruh dari pasangan seksual

6) Pelampiasan stress yang tidak tepat sehingga menimbulkan kebiasaan dan pengulangan secara terus-menerus.

7) Rasa ingin mencoba yang diakibat penyampaian informasi atau persepsi yang salah

C. PANDANGAN TEORI PSIKOLOGI TERHADAP GANGGUAN PARAFILIA

Berikut ini ada beberapa pandangan dari teori Psikologi dalam memandang gangguan parafilia.

1. Perspektif Psikodinamika 

Parafilia dipandang oleh para teoretikus psikodinamika sebagai tindakan defensif, melindungi ego agar tidak menghadapi rasa takut dan memori yang direpres dan mencerminkan fiksasi di tahap pregenital dalam perkembangan psikoseksual. Orang yang mengidap parafilia dipandang sebagai orang yang merasa takut terhadap hubungan heteroseksual yang wajar, bahkan terhadap hubungan heteroseksual yang tidak melibatkan seks. Perkembangan social dan seksualnya (umumnya laki-laki) tidak matang, tidak berkembang, dan tidak memadai untuk dapat menjalin hubungan social dan heteroseksual orang dewasa pada umumnya.

2. Perspektif Behavioral dan Kognitif

Beberapa teori yang memiliki paradigma behavioral berpendapat bahwa parafilia terjadi karena pengondisian klasik yang secara tidak sengaja menghubungkan gairah seksual dengan sekelompok stimuli yang oleh masyarakat dianggap sebagai stimuli tidak tepat. Meskipun jarang disebutkan dalam literature terapi perilaku, teori ini pertama kali dikemukakan dalam laporan Kinsey yang terkenal mengenai perilaku seksual laki-laki dan perempuan Amerika.

Sebagian besar teori behavioral dan kognitif mengenai parafilia yang ada saat bersifat multidimensional dan berpendapat bahwa parafilia terjadi bila sejumlah fakta terdapat dalam diri individu. Riwayat masa kanak-kanak individu yang mengidap parafilia mengungkap bahwa sering kali mereka sendiri merupakan korban pelecehan fisik dan seksual dan dibesarkan dalam keluarga dimana hubungan orang tua-anak mengalami gangguan. Pengalaman harga diri tersebut dapat berkontribusi besar terhadap rendahnya tingkat keterampilan social dan harga diri, rasa kesepian, dan terbatasnya hubungan intim yang sering terjadi pada para pengidap parafilia. Di sisi lain, banyak fakta bahwa banyak pedofil dan eksibisionis memiliki hubungan social-seksual yang wajar mengindikasikan bahwa masalah ini lebih kompleks dari sekedar disebabkan oleh tidak tersedianya sumber seks yang tidak menyimpang. Lebih jauh lagi, keyakinan luasnya bahwa pelecehan seksual dim as kanak-kanak memicu seseorang memiliki perilaku parafilik setelah dewasa perlu dikoreksi berdasarkan penelitian yang menunjukkan bahwa kurang dari sepertiga penjahat seks berusia dewasa yang mengalami pelecehan seksual sebelum mereka berusia 18 tahun.

Hubungan orang tua-anak yang menyimpang juga dapat memicu permusuhan atau sikap negative pada umumnya dan kurangnya empati terhadap perempuan, yang dapat meningkatkan kemungkinan untuk menyakiti perempuan. Alkohol dan efek negative sering kali merupakan pemicu tindakan pedofilia, voyeurism, dan eksibisionisme. Hal ini sejalan dengan pengetahuan kita tentang efek alkohol yang menghilangkan berbagai hambatan. Aktivitas seksual menyimpang, seperti halnya penggunaan alkohol, dapat menjadi alat untuk melepaskan diri dari afek negative.

3. Perspektif Biologis

Karena sebagian besar orang mengidap parafilia adalah laki-laki, terdapat spekulasi bahwa androgen, hormone utama pada laki-laki, berperan dalam gangguan ini. Karena janin manusia pada awalnya terbentuk sebagai perempuan dan kelakilakian ditimbulkan oleh pengaruh hormonal terkemudian, mungkin dapat terjadi suatu kesalahan dalam perkembangan janin.

D. TINDAKAN PREVENSI

Karena sebagian besar parafilia ilegal, banyak orang dengan parafilia yang masuk penjara, dan diperintahkan oleh pengadilan untuk mengikuti terapi. Para pelaku kejahatan seks tersebut seringkali kurang memiliki motivasi untuk mengubah perilakunya. Terdapat beberapa metode yang dapat dilakukan terapis untuk meningkatkan motivasi mengikuti perawatan:

1) Terapis berempati terhadap keengganan untuk mengakui bahwa ia adalah pelanggar hukum

2) Terapis dapat memberitahukan jenis-jenis perawatan yang dapat membantu mengontrol perilaku dengan baik dan menunjukkan efek negatif yang timbul apabila tidak dilakukan treatment.

3) Terapis dapat memberikan intervensi paradoksikal, dengan mengekspresian keraguan bahwa orang tersebut memiliki motivasi untuk menjalani perawatan.

4) Terapis dapat menjelaskan bahwa akan ada pemeriksaan psikofisiologis terhadap rangsangan seksual pasien; dengan demikian kecenderungan seksual pasien dapat diketahui tanpa harus diucapkan atau diakui oleh pasien.

E. CONTOH KASUS PARAFILIA

Ribuan Gambar Porno Dorong Pria Ini Nodai Gadis 10 Tahun

Ian Pain (48) yang berprofesi sebagai pemimpin Pramuka, dikenal sebagai sosok pria yang memiliki hobi aneh. Apa hobi sebenarnya? 

Ian Pain memiliki 3.800 gambar vulgar yang disimpan di komputernya. Gambar vulgar itu merupakan foto dari anak-anak perempuan berusia 7 sampai 16 tahun. Gambar vulgar yang dimilikinya membuat gejolaknya membuncah. Ia pun tak tahan hingga memperkosa seorang anak berusia 10 tahun. Akibat ulahnya, Ian harus rela menjalani hari-harinya selama 16 tahun ke depan dari balik jeruji besi penjara Wolverhampton Crown Court. 

Sewaktu menjalani pemeriksaan, Ian juga mengaku telah menghasut anak-anak muridnya tersebut untuk terlibat dalam aktivitas seksual, dan menyebarkan gambar-gambar vulgar yang dimilikinya ke murid laki-laki di sekolahnya.

Para penyidik juga menemukan 1.305 foto vulgar yang didistribusikan oleh Ian ke seorang teman yang tidak pernah dikenalnya, melalui room chat. “Dia mengatakan, bahwa ia seringkali menyebarkan luaskan gambar-gambar itu. Bila ada orang yang tidak mau menerimanya, maka orang tersebut siap-siap didepak dari lingkaran pertemannya itu,” kata detektif kepolisian Allan Sharp, dikutip Daily Mail, Jumat (4/10/2013).

Cinta Terlarang, Bibi Mengandung Benih dari Keponakan

Samson Musararika (25) ditangkap oleh pihak berwajib setelah sang ibu, Dolica Musarika, menangkap basah ia sedang berhubungan seksual dengan sang bibi, yang mana wanita itu adalah adik kandung dari ibunya sendiri. Pihak berwajib yang menangani kasus ini mengatakan, Samson dan bibinya yang usianya 4 tahun lebih muda darinya, nekat menjalin cinta dan selalu berhubungan seksual, tiap kali Dolica tidak berada di rumah.

Sang bibi yang diketahui bernama Shylet Chimuka (21) asal Harare, Zimbabwe, mau tidak mau harus menjalani hukuman yang sama dengan Samson. Keduanya diperintahkan untuk melakukan pekerjaan selama 210 jam tanpa dibayar.

Kepada pihak berwajib Dolica menceritakan, bahwa selama beberapa hari ia memang meninggalkan anak dan sang adik berduaan di dalam rumah. Tak lama kemudian, Dolica memutuskan untuk pulang. Sesampainya di rumah, betapa kagetnya ia melihat sang adik tengah berbadan dua. Dulica pun mempertanyakan kepada Shylet, siapa pria yang tega membuatnya hamil.

“Saya kaget ketika Shylet mengatakan, bahwa pria yang menghamilinya adalah Samson, anak saya sendiri. Samson juga mengaku, telah berhubungan seksual dengan bibinya, dan ia dengan lantang mengatakan, dialah ayah dari bayi yang dikandung oleh bibinya itu,” cerita Dolica, seperti lansir laman My Zimbabwe, Senin (28/10/2013). Mendengar pengakuan seperti itu, jelas membuat Dolica berang. Tanpa pikir panjang, Dolica memutuskan melaporkan kejadian ini kepada pihak yang berwajib.

Ingin Capai Kepuasan Seksual, Garpu Malah Terjebak di Mr P Kakek

Pria berusia 70 tahun dari Australia menganggap dengan memasukkan garpu sepanjang 10 centimeter ke penisnya (kelamin) bisa mencapai kepuasan seksual. Tapi, usahanya tersebut membuatnya harus dibawa ke ruang gawat darurat di Canberra Hospital.

Pria berusia itu mengatakan kepada dokter ia memasukkan garpu itu ke uretranya hampir 12 jam agar mencapai kepuasan seksual. Tapi, alat itu terjebak. Garpu tak terlihat saat dokter memeriksanya. Tapi, sang dokter bisa merasakannya dari luar dan bantuan rontgen bisa menunjukkan posisi garpu. Dokter memberikan beberapa pilihan untuk mengambil garpu sebelum memutuskan menarik langsung garpu itu dengan menggunakan tang dan memberikan `pelumasan` yang berlebihan saat pasien berada di bawah anastesi umum. Pasien yang sudah tua dan tak disebutkan namanya itu kemudian dikirim ke rumahnya usai dokter melakukan tindakan medis. Dalam International Journal of Surgery, tiga dokter menyebutkan bahwa ada beberapa kasus langka yang menyebabkan darurat medis akibat adanya benda asing bersarang di saluran kemih bawah.

Beberapa daftar benda aneh yang ditemukan di dalam bagian tubuh lainnya seperti jarum, pensil, kawat, kunci, sikat gigi, lampu bola, termometer, tanaman dan sayuran, lintah, ular, kokain, dan lem. “Itu jelas bahwa pikiran manusia tanpa hambatan dan membiarkannya kreatif,” ujar penulis seperti dikutipStuff, Senin (19/8/2013).

Tim medis yang terdiri dari Krishanth Naidu, Maurice Mulcahy, dan Amanda Chung, menjelaskan, kasus garpu ini menciptakan diskusi di kalangan medis mengingat hal tersebut merupakan tantangan besar yang harus dihadapi. Para dokter mengatakan, motif memasukkan benda-benda ke wilayah sensitif sangat sulit dipahami. “Daftar praktik ini terutama selama keadaan patologis masturbasi, penyalahgunaan zat, dan keracunan serta sebagai akibat dari percampuran psikologis,” jelas dokter.

Stimulasi rangsangan dengan memasukkan benda asing ke uretra sebenarnya sudah ada sejak zaman dulu. Dokter menyebutkan, pasien yang malu biasanya mengambil barang itu sendiri. Tapi, uretranya berisiko cedera dan benda asing berpindah. Bahaya sebenarnya adalah infeksi yang menyebabkan kematian, karena pasien yang malu sering menunda perawatan medis. Dokter biasanya mencoba untuk menghindari operasi dalam situasi seperti ini, bukan memilih opsi yang akan meminimalkan trauma urothelial dan menjaga fungsi ereksi

Sumber: kesehatan.kompasiana.com

Jahe Merah Tingkatkan Nafsu Makan hingga Stamina Bercinta

Ilustrasi jahe merah (Foto: Buzzle)
JAHE merah memiliki sederet manfaat yang tak bisa disepelekan. Kehangatannya bisa membuat seseorang nafsu makan hingga bergairah di tempat tidur.

Sebagai obat tradisional, jahe merah banyak dipilih karena rasa pahit dan pedasnya lebih tinggi sehingga cocok digunakan sebagai bahan farmasi dan herbal. Jahe merah lebih dikenal berkhasiat sebagai pencahar, antirematik serta pencahar pilek. Tak hanya itu, kehangatannya juga bisa menambah nafsu makan seseorang serta meningkatkan gairah seksual. Berikut manfaat lain jahe merah, seperti dilansir Naturalremedies.

- Jahe merah banyak digunakan untuk mengobati sakit tenggorokan, sakit punggung, impotensi, meningkatkan stamina, meredakan asma, mengobati sakit kepala, nyeri otot, ejakulasi dini dan amandel.

- Jahe merah juga digunakan secara luas dalam pengobatan tradisional China. Dikatakan bahwa pengobatan ini sangat menunjang perut, lambung dan ginjal.

- Dalam pengobatan Arab, hangatnya jahe merah menimbulkan efek lembut di perut sehingga berguna untuk mengatasi masalah pencernaan seperti kembung, keracunan makanan dan sembelit. (ind)

Sumber: health.okezone.com

Rabu, 01 Januari 2014

Waspadalah dengan 6 Penyakit dari Kotoran Burung ini

Gemar memelihara unggas? Jagalah kebersihan kandang, karena kotoran burung tidak bisa dianggap remeh. Menurut medicalnewstoday, ada lebih dari 60 penyakit yang bisa disebabkan oleh kotoran hewan unggas seperti burung dan ayam. Berikut ini beberapa penyakit yang bisa diderita manusia.

1. Histoplasmosis
Merupakan penyakit pernapasan yang dapat berakibat fatal. Penyakit ini muncul dari jamur yang tumbuh di kotoran burung yang kering.

2. Kandidiasis
Merupakan infeksi jamur yang disebarkan oleh merpati. Penyakit ini mempengaruhi kulit, mulut, sistem pernapasan, usus. dan saluran urogenital, terutama vagina. Bila dialami wanita, dapat menyebabkan gatal-gatal, nyeri, dan keputihan.

3. Kriptokokosis
Penyakit ini disebabkan oleh ragi yang ditemukan di dalam saluran pencernaan burung merpati dan burung jalak. Penyakit ini kerap dimulai dengan penyakit paru yang kemudian dapat mempengaruhi sistem saraf pusat. Loteng, bangunan berbentuk kubah, sekolah, kantor, gudang, pabrik dan lainnya kerap menjadi tempat favorit burung-burung ini untuk bertengger dan bahkan membangun sarang, sehingga jamur bisa ditemukan di daerah ini.

4. St Louis Encephalitis
Ini merupakan penyakit peradangan sistem saraf yang biasanya menyebabkan mengantuk, sakit kepala, dan demam. Penyakit ini bahkan dapat menyebabkan kelumpuhan, koma, atau kematian. St Louis Encephalitis terjadi pada semua kelompok umur, tetapi utamanya fatal bagi orang-orang yang berusia di atas 60 tahun. Penyakit ini disebarkan oleh nyamuk yang telah terinfeksi virus grup B dari merpati dan kutilang yang bertanggung jawab atas penyakit St Louis Encephalitis.

5. Salmonellosis
Sering terjadi sebagai kasus keracunan makanan yang mana penyebabnya ditengarai karena burung merpati, jalak, dan pipit. Bakteri penyakit yang ditemukan dalam kotoran burung dan debu dapat tersedot melalui ventilator dan AC, kemudian mencemari makanan di rumah, restoran, ataupun pabrik pengolahan makanan.

6. Infeksi E.coli
Sapi adalah pihak yang ditengarai membawa virus E. coli. Nah, ketika burung mematuk kotoran sapi, E. coli terangkut paruh burung-burung, sehingga bakteri itu mendarat di tempat lain seperti di makanan ataupun air bersih.

Selain menjadi pembawa langsung penyakit, burung juga bisa membawa lebih dari 50 jenis ektoparasit. Sekitar dua pertiga dari ektoparasit ini dapat merusak kesehatan manusia dan hewan peliharaan. Sedangkan sisanya dianggap sebagai hama pengganggu. Beberapa contoh ektoparasit antara lain:

1. Bed bugs (Cimex lectularius)
Bed bug atau kutu busuk mampu makan darah hingga lima kali berat badannya sendiri. Kutu busuk ini mengambil darah dari manusia dan beberapa hewan peliharaan. Dalam kondisi ekstrem, korban bisa menjadi lemah dan mengalami anemia. Merpati, burung jalak, dan burung pipit diketahui membawa kutu yang satu ini.

2. Tungau Ayam (Dermanyssus gallinae)
Dikenal pembawa encephalitis, juga dapat menyebabkan dermatitis dan tungau unggas acariasis. Tungai ini hidup dengan menghisap darah dari berbagai burung, dan juga dapat menyerang manusia. Tungau ini ditemukan di merpati, burung jalak dan burung pipit.

Sumber: apakabardunia.com

Selasa, 31 Desember 2013

Tips Senam Pilates: Mengenal Pilates untuk Pemula

Senam pilates adalah serangkaian latihan yang dirancang untuk meningkatkan fleksibilitas dan kekuatan tubuh melalui berbagai gerakan peregangan dan keseimbangan (balancing).

Pilates dikembangkan oleh Joseph Pilates, seorang tawanan perang selama PD II. Sejak saat itu, Pilates telah semakin populer dari waktu ke waktu.

Saat masih muda, Pilates mengambil inspirasi dari seni India kuno (yoga), Buddhisme Zen, dan latihan fisik dari masa Yunani dan Romawi dan kemudian menggabungkannya menjadi sebuah latihan fisik yang kemudian dinamai atas namanya.

Pilates kemudian memperkenalkan latihan ini kepada penghuni kamp interniran Jerman untuk membantu mereka tetap sehat secara fisik.

Dia juga memperkenalkan sarana latihan berupa tikar dan peralatan yang dibuat dari per spring bed.

Saat ini, Pilates telah menjadi sangat populer di kalangan penari, atlet, selebriti, dan model. Selain membantu meningkatkan fleksibilitas tanpa menyebabkan kejang pada otot, Pilates juga dapat membantu memperbaiki postur tubuh.

Senam atau latihan Pilates bisa membuat perut jadi datar, pinggang dan paha menjadi ramping dan kencang, serta meningkatkan kelenturan sendi. Sama seperti yoga, Pilates juga mampu mengurangi stres dan kecemasan.

Sumber: amazine.co

6 Ciri-ciri Asam Lambung


Salah satu ciri-ciri asam lambung adalah perut sering merasa kembung. Hal ini terjadi karena kadar asam yang ada di dalam lambung meningkat, sehingga lambung terasa penuh. Pencegahan terhadap penyakit asam lambung ini adalah dengan makan teratur dan hindari makan makanan yang terlalu pedas dan asam.

Penyakit asam lambung merupakan penyakit yang lazim diderita setiap orang. Penyakit asam lambung ini merupakan penyakit yang timbul karena adanya gangguan pada lambung  yang disebabkan oleh meningkatnya kadar asam lambung.

Kelebihan asam lambung dalam waktu yang lama akan berakibat pada peradangan lambung dan usus. Timbulnya penyakit asam lambung merupakan gejala yang diakibatkan dari faktor yang merusak pertahanan mukosa lambung lebih besar daripada faktor yang melindungi pertahanan mukosa lambung.

Ciri-ciri asam lambung  yang perlu diketahui agar bisa ditangani lebih dini adalah:

1.      Perut kembung

Hal ini diakibatkan kadar asam yang ada di dalam lambung sangatlah tinggi dan kurangnya enzim pada alat pencernaan sehingga menyebabkan perut terasa kembung.

2.      Mual dan muntah

Terjadi akibat impuls dari otak bawah yang berhubungan dengan saraf rasa sakit dan iritasi dari traktus gastrointestinal.

3.      Kehilangan nafsu makan 

Kehilangan selera makan biasanya disertai dengan perasaan penuh pada perut atau kembung.

4.      Susah/sakit saat buang air besar

Susah buang air besar diakibatkan pola makan yang tidak teratur dan adanya gangguan pada pencernaan termasuk pada saluran pembuangan akhir seperti rektum dan anus.

5.      Sering bersendawa

Terus menerus bersendawa juga merupakan salah satu dari ciri-ciri asam lambung. Ketika mengalami kembung, bersendawa awalnya mungkin dianggap dapat meringankan rasa tidak nyaman pada perut. Namun kenyataanya, itu hanya untuk sementara. Beberapa saat kemudian, anda akan segera kembung lagi dan kembali terus-terusan bersendawa.

6.      Ciri-ciri lain dari penyakit asam lambung

Ciri-ciri asam lambung lainnya adalah berkeringat tanpa sebab yang jelas (misalnya di ruangan dingin atau ber-AC), pingsan, denyut jantung menjadi lebih cepat, gangguan pencernaan dan cegukan.

Sumber: penyakitmaag.com